Gunakan Incenerator Canggih, Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis COVID-19
Jum'at, 05 Februari 2021 - 13:25 WIB
Menurut Olivia, mesin pembakaran di Plant Dawuan tersebut mampu menetralkan emisi gas buang seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO, dioxin dan furan, sehingga gas buang yang dikeluarkan dapat memenuhi parameter standar baku emisi internasional. Baca juga: Selama COVID-19 Limbah Medis Naik, Didominasi APD, Masker, dan Alat Swab Test
Lebih lanjut Olivia mengatakan, seiring pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pihaknya pun telah menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi lonjakan limbah medis COVID-19 dengan menambah kapasitas penanganan limbah B3 infeksius hingga 24 ton per harinya atau 500 kilogram per jam melalui dua mesin insinerator ramah lingkungan.
"Tahun ini kami upayakan financial close untuk segera terbangunnya tambahan dua mesin incinerator lagi, sehingga total limbah infeksius yang bisa kami musnahkan menjadi 48 ton per hari. Prosedur penanganan limbah vaksinasi COVID-19 sama dengan SOP penanganan limbah COVID-19. Pasti akan diutamakan," ujar Olivia.
Selain peningkatan kapasitas insinerator, kata Olivia, Jamed juga berupaya mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni di Plant Dawuan Selama pandemi COVID-19, Jamed telah memberdayakan lima orang karyawan yang berasal dari sekitar kawasan plant. Selain itu, kendaraan pengangkut limbah medis pun akan ditambah, agar operasional dapat berjalan optimal
"Kami memberdayakan masyarakat di sekitar Plant Jamed untuk bisa mengisi alokasi tambahan personel di lapangan. Kami juga sudah melakukan pengadaan mobil pengangkutan. saat ini dalam tahap, pengurusan izin. Jumlahnya Lima kendaraan akan kami tambah," paparnya. Baca juga: Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 Harus Jadi Perhatian
Lebih lanjut Olivia mengatakan, seiring pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pihaknya pun telah menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi lonjakan limbah medis COVID-19 dengan menambah kapasitas penanganan limbah B3 infeksius hingga 24 ton per harinya atau 500 kilogram per jam melalui dua mesin insinerator ramah lingkungan.
"Tahun ini kami upayakan financial close untuk segera terbangunnya tambahan dua mesin incinerator lagi, sehingga total limbah infeksius yang bisa kami musnahkan menjadi 48 ton per hari. Prosedur penanganan limbah vaksinasi COVID-19 sama dengan SOP penanganan limbah COVID-19. Pasti akan diutamakan," ujar Olivia.
Selain peningkatan kapasitas insinerator, kata Olivia, Jamed juga berupaya mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni di Plant Dawuan Selama pandemi COVID-19, Jamed telah memberdayakan lima orang karyawan yang berasal dari sekitar kawasan plant. Selain itu, kendaraan pengangkut limbah medis pun akan ditambah, agar operasional dapat berjalan optimal
"Kami memberdayakan masyarakat di sekitar Plant Jamed untuk bisa mengisi alokasi tambahan personel di lapangan. Kami juga sudah melakukan pengadaan mobil pengangkutan. saat ini dalam tahap, pengurusan izin. Jumlahnya Lima kendaraan akan kami tambah," paparnya. Baca juga: Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 Harus Jadi Perhatian
Lihat Juga :