Selama COVID-19 Limbah Medis Naik, Didominasi APD, Masker, dan Alat Swab Test
Rabu, 27 Januari 2021 - 06:02 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
CIMAHI - Limbah medis infeksius yang dihasilkan dari 13 Puskesmas di Kota Cimahi sepanjang tahun 2020 mencapai 5.371,40 kilogram (kg). Salah satunya adalah berasal dari limbah penanganan medis pasien COVID-19 dan sejumlah peralatan lainnya.
Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno mengatakan, selama pandemi COVID-19 limbah medis cenderung bertambah. Didominasi sisa penanganan COVID-19, seperti Alat Pelindung Diri (APD), dari mulai hazmat, masker, dll. Baca juga:Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 Harus Jadi Perhatian
"Sejak Januari sampai Desember 2020 tercatat limbah medis ada sebanyak 5.371,40 kg, dan banyak terdapat seperti Alat Pelindung Diri (APD), dari mulai hazmat, masker, bekas alat swab test dan rapid test," terangnya, Selasa (26/1/2021).
Banyaknya limbah medis sisa COVID-19 bisa dimaklumi mengingat sekarang ini pelayanan di rumah sakit menerapkan prosedur yang ketat guna menghindari paparan virus. Seperti pemakaian APD sudah menjadi hal yang lumrah dan itu kondisinya sekali pakai langsung buang. Baca juga:Sampah Medis di Teluk Jakarta Meningkat Selama Pandemi COVID-19
"APD itu juga masuk kategori limbah medis COVID-19 , jadi harus dipisahkan dan penanganannya juga beda," sambungnya yang didampingi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Sustiyanti Pusporini.
Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno mengatakan, selama pandemi COVID-19 limbah medis cenderung bertambah. Didominasi sisa penanganan COVID-19, seperti Alat Pelindung Diri (APD), dari mulai hazmat, masker, dll. Baca juga:Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 Harus Jadi Perhatian
"Sejak Januari sampai Desember 2020 tercatat limbah medis ada sebanyak 5.371,40 kg, dan banyak terdapat seperti Alat Pelindung Diri (APD), dari mulai hazmat, masker, bekas alat swab test dan rapid test," terangnya, Selasa (26/1/2021).
Banyaknya limbah medis sisa COVID-19 bisa dimaklumi mengingat sekarang ini pelayanan di rumah sakit menerapkan prosedur yang ketat guna menghindari paparan virus. Seperti pemakaian APD sudah menjadi hal yang lumrah dan itu kondisinya sekali pakai langsung buang. Baca juga:Sampah Medis di Teluk Jakarta Meningkat Selama Pandemi COVID-19
"APD itu juga masuk kategori limbah medis COVID-19 , jadi harus dipisahkan dan penanganannya juga beda," sambungnya yang didampingi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Sustiyanti Pusporini.
Lihat Juga :