Tangis Pecah Saat Empat Jenazah Sekeluarga Korban Pembunuhan Rembang Dimakamkan

Jum'at, 05 Februari 2021 - 06:20 WIB
Empat enazah kemudian disholatkan terlebih dahulu. Sehari-hari, korban pembunuhan, Anom Subekti membuka usaha sewa dan jual beli perangkat gamelam. Ia awalnya menempati rumah joglo di pinggir jalan raya Desa Kedungrejo - Turusgede. Setelah rumah itu ditempati anaknya, Danang, Anom membangun rumah joglo baru sebagai padepokan seni, tak jauh dari rumah lama, namun agak menjorok ke dalam gang.

Semasa hidupnya, Anom dikenal gigih memajukan seni budaya. Purwono, rekan korban sesama seniman mengatakan Anom Subekti dikala muda merupakan pemain kethoprak dan dalang wayang kulit handal.

Baca juga: Tiga Tahun Berjalan, Kompol Aditya Korban Pengeroyokan Perguruan Silat Hanya Bisa Terbaring

Ketika aktif menjadi pegawai negeri, yang bersangkutan lama di Dinas Penerangan, Humas Pemkab Rembang dan pernah menangani pengelolaan Radio CB FM. Setelah pensiun, banyak menggeluti bisnis gamelan.

“Beliau adalah pelaku dan pejuang seni budaya di Kabupaten Rembang, kami merasa kehilangan seorang seniman yang luar biasa, “ ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!