Langganan Banjir Bandang, Bupati Tulungagung Salahkan Sungai Dangkal

Kamis, 04 Februari 2021 - 19:14 WIB
Derasnya curah hujan turut menambah debit air. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun luapan air yang menyeret material lumpur sekaligus berarus deras tersebut, sempat memacetkan lalu lintas jalan Tulungagung-Trenggalek (jalur selatan). Fenomena ini nyaris berlangsung rutin setiap tahun.

Menurut Maryoto, banjir disebabkan limpahan ancar atau air dari kawasan pegunungan. Karena kondisi hutan yang gundul, air hujan langsung masuk ke sungai dan meluap. "Karena hutannya banyak yang gundul," kata Maryoto. Begitu juga yang terjadi di wilayah Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan. Karena tidak ada akar tanaman pengikat, air hujan langsung meluncur ke sungai.

Celakanya, banyak sungai yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan. Akibatnya air bercampur lumpur meluap. Tidak hanya di jalan jalan. Tapi juga membanjiri rumah warga. Karenanya, kata Maryoto, selain penggiatan peremajaan tanaman (reboisasi), pihaknya juga akan melakukan normalisasi sungai. "Normalisasi termasuk meninggikan tanggul sungai," papar Maryoto yang mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Sumberdaya Air Kabupaten Tulungagung Anang Pratistianto menambahkan, secepatnya menambal tanggul yang jebol karena gerusan banjir. Penambalan yang menggunakan karung pasir tersebut akan dilakukan di Desa Pojok, Desa Tunggangri dan Desa Tugu.

"Sambil menunggu pembangunan tanggul baru, untuk sementara ditambal dengan karung pasir yang bisa bertahan hingga tujuh bulan," kata Anang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!