Pemerintah Didesak Lakukan Lockdown Jawa, Ini Respons Gubernur Jateng Ganjar
Rabu, 27 Januari 2021 - 15:01 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto/Dok
SEMARANG - Angka kasus positif COVID-19 di Indonesia menembus angka satu juta. Sejumlah pihak mendesak pemerintah melakukan perubahan dalam penanganan COVID-19 agar tidak bertambah parah.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mendesak pemerintah melakukan mekanisme lockdown. Jika tidak bisa secara keseluruhan, Dicky meminta lockdown dilakukan di seluruh Pulau Jawa.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi desakan itu. Menurut Ganjar, sudah banyak negara yang menggunakan teori lockdown, namun belakangan kasus COVID-19 kembali muncul.
"Sebenarnya kalau pakai teori itu sudah banyak juga. Ada yang sudah pernah lockdown, gitu kan, tapi muncul lagi. Sekarang ada banyak pertimbangan, yang dibutuhkan itu sebenarnya dukungan masyarakat," kata Ganjar, Rabu (27/1/21).
Ia menegaskan, lockdown bukan tanpa masalah. Statement soal lockdown itu gampang, akan tetapi banyak persoalan yang harus diselesaikan dengan adanya kebijakan itu.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mendesak pemerintah melakukan mekanisme lockdown. Jika tidak bisa secara keseluruhan, Dicky meminta lockdown dilakukan di seluruh Pulau Jawa.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi desakan itu. Menurut Ganjar, sudah banyak negara yang menggunakan teori lockdown, namun belakangan kasus COVID-19 kembali muncul.
"Sebenarnya kalau pakai teori itu sudah banyak juga. Ada yang sudah pernah lockdown, gitu kan, tapi muncul lagi. Sekarang ada banyak pertimbangan, yang dibutuhkan itu sebenarnya dukungan masyarakat," kata Ganjar, Rabu (27/1/21).
Ia menegaskan, lockdown bukan tanpa masalah. Statement soal lockdown itu gampang, akan tetapi banyak persoalan yang harus diselesaikan dengan adanya kebijakan itu.
Lihat Juga :