Klaster Keluarga Meroket, Isolasi Mandiri Diminta Tidak di Rumah
Jum'at, 22 Januari 2021 - 17:51 WIB
“Nah, dari 150 sampel kasus yang dianalisis itu, sebanyak 68 persen orang terkonfirmasi COVID-19 melaksanakan isolasi mandiri di rumahatau apartemen, dan 25 persen melaksanakan isolasi di rumah sakit atau tempat yang disediakan oleh pemerintah/swasta, dan 7 persen di tempat lainnya,” katanya.
Setelah melihat klaster keluarga yang cukup tinggi dan warga yang positif COVID-19 banyak yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau apartemen, maka Irvan meminta kepada warga yang positif COVID-19 dengan tanpa gejala, untuk isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Baca juga: Antisipasi Klaster Keluarga, DKI Lakukan Penguatan Satgas Covid-19 Tingkat RT/RW
Sebab, terbukti ketika isolasi mandiri di rumah atau tempat lainnya, tetap bisa menularkan kepada keluarganya yang lain. “Jadi, untuk sementara kami minta isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura,” ujarnya
Setelah melihat klaster keluarga yang cukup tinggi dan warga yang positif COVID-19 banyak yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau apartemen, maka Irvan meminta kepada warga yang positif COVID-19 dengan tanpa gejala, untuk isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Baca juga: Antisipasi Klaster Keluarga, DKI Lakukan Penguatan Satgas Covid-19 Tingkat RT/RW
Sebab, terbukti ketika isolasi mandiri di rumah atau tempat lainnya, tetap bisa menularkan kepada keluarganya yang lain. “Jadi, untuk sementara kami minta isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura,” ujarnya
(don)
Lihat Juga :