Sejak Awal Tahun, 136 Bencana Terjadi di Indonesia
Senin, 18 Januari 2021 - 12:58 WIB
Menurut dia, daerah yang memiliki ancaman bencana, mestinya waspada, lantaran puncak hujan diprediksi terjadi pada pertengahan Januari hingga Februari 2021. Kewaspadaan penting untuk memitigasi kemungkinan terjadinya bahaya dan proses evakuasi yang perlu dilakukan.
Baca juga: Kasau Tinjau Kesiapan Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Mamuju dan Majene
Semantara itu di acara yang sama, Rumah Zakat berkolaborasi dengan lebih dari 50 perusahaan dan komunitas dalam merespon bencana yang kini tengah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ada 29 titik aksi respon bencana yang dilakukan oleh para relawan Rumah Zakat pada 2021.
Respons bencana tersebar di 21 Kota Kabupaten di 14 Provinsi, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 8.160 orang. “Alhamdulillah, antuasiasme masyarakat Indonesia dalam menolong sesama sangat tinggi. Selain perusahaan dan komunitas, ada ribuan donatur yang turut menyisihkan hartanya untuk membantu korban terdampak bencana,” ujar CEO Rumah Zakat Nur Efendi.
Saat ini ada lima titik lokasi bencana yang menjadi fokus Rumah Zakat yakni jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, longsor Sumedang, banjir Kalimantan Barat, banjir Kalimantan Selatan, dan gempa Sulawesi Barat. Para relawan berkolaborasi dengan BNPB dan SAR dalam upaya melakukan proses evakuasi korban terdampak, hingga pemberian bantuan logistik bagi para pengungsi.
Baca juga: Kasau Tinjau Kesiapan Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Mamuju dan Majene
Semantara itu di acara yang sama, Rumah Zakat berkolaborasi dengan lebih dari 50 perusahaan dan komunitas dalam merespon bencana yang kini tengah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ada 29 titik aksi respon bencana yang dilakukan oleh para relawan Rumah Zakat pada 2021.
Respons bencana tersebar di 21 Kota Kabupaten di 14 Provinsi, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 8.160 orang. “Alhamdulillah, antuasiasme masyarakat Indonesia dalam menolong sesama sangat tinggi. Selain perusahaan dan komunitas, ada ribuan donatur yang turut menyisihkan hartanya untuk membantu korban terdampak bencana,” ujar CEO Rumah Zakat Nur Efendi.
Saat ini ada lima titik lokasi bencana yang menjadi fokus Rumah Zakat yakni jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, longsor Sumedang, banjir Kalimantan Barat, banjir Kalimantan Selatan, dan gempa Sulawesi Barat. Para relawan berkolaborasi dengan BNPB dan SAR dalam upaya melakukan proses evakuasi korban terdampak, hingga pemberian bantuan logistik bagi para pengungsi.
Lihat Juga :