Sejak Tahun Baru, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga Tempuran Mojokerto

Senin, 11 Januari 2021 - 12:34 WIB
Akibat bencana banjir tersebut, aktivitas warga menjadi lumpuh. Bahkan untuk sekedar memasak saja, warga mengalami kesulitan. Selama ini, warga hanya mengandalkan bantuan makanan dari dapur umum (DU) yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto.

(Baca juga: Hari Pertama PPKM di Surabaya, Masih Banyak Pelanggaran )

"Tidak bisa bekerja, karena terendam banjir. Mau masak juga tidak bisa, air bersih juga sulit kan, karena sumurnya kotor. Praktis kami hanya menunggu bantuan dari petuga saja," terang wanita berusia 49 tahun ini.

Kendati demikian, Suparti mengaku memilih bertahan di rumahnya. Ia tak mengungsi lantaran banjir seperti ini sudah biasa terjadi. Jika malam hari, Suparti dan warga lainnya memilih tidur di jalan lantaran kondisi jalan tidak targenang air.

"Tidak mengungsi, kalau malam tidur di jalan, karena jalannya lebih tinggi jadi aman. Tahun-tahun sebelumnya juga seperti ini, banjir sampai berhari-hari. Semoga bisa secepatnya teratasi tidak banjir seperti ini terus," terang Suparti.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, ada 272 rumah warga di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko yang terendam banjir. Rinciannya 31 rumah di Dusun Tempuran dan 241 rumah di Dusun Bekucuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!