Ditemukan Klaster Hajatan, Prosesi Prasmanan Harus Ditiadakan
Senin, 11 Januari 2021 - 06:40 WIB
Warga Kota Surabaya diminta untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan. Adanya beberapa kelonggaran membuat mereka lupa sedang menghadapi pandemi COVID-19. Foto Aan Haryono
SURABAYA - Warga Kota Surabaya diminta untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan . Adanya beberapa kelonggaran membuat mereka lupa sedang menghadapi pandemi COVID-19.
Terbukti, Satgas COVID-19 menemukan klaster baru di lokasi hajatan warga. Mereka diketahui tak mematuhi protokol kesehatan yang berujung pada penularan COVID-19. Kejadian ini menjadi peringatan keras pada warga yang mengelar hajatan di tengah pandemi COVID-19. (Baca juga: Tanpa Rapid Antigen Negatif Pendatang dan Tamu Tidak Boleh Tinggal di Sleman)
Wakil Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 , Irvan Widyanto menuturkan, berdasarkan pantauannya telah ditemukan klaster hajatan. Pihaknya meminta agar upaya pemutusan rantai COVID-19 dapat maksimal, maka satgas memberikan rekomendasi saat kegiatan berlangsung ditiadakan prosesi prasmanan.
Tujuannya supaya masyarakat atau tamu yang hadir tidak diberi kesempatan untuk membuka masker. “Artinya, makanannya dapat dibungkus dan dibawa pulang. Jadi ditiadakan makan-makannya supaya warga tidak membuka masker di tengah keramaian. Tetapi bukan berarti kita melarang kegiatan sosial budaya termasuk hajatan di dalamnya ya,” kata Irvan, Senin (11/1/2021).
Terbukti, Satgas COVID-19 menemukan klaster baru di lokasi hajatan warga. Mereka diketahui tak mematuhi protokol kesehatan yang berujung pada penularan COVID-19. Kejadian ini menjadi peringatan keras pada warga yang mengelar hajatan di tengah pandemi COVID-19. (Baca juga: Tanpa Rapid Antigen Negatif Pendatang dan Tamu Tidak Boleh Tinggal di Sleman)
Wakil Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 , Irvan Widyanto menuturkan, berdasarkan pantauannya telah ditemukan klaster hajatan. Pihaknya meminta agar upaya pemutusan rantai COVID-19 dapat maksimal, maka satgas memberikan rekomendasi saat kegiatan berlangsung ditiadakan prosesi prasmanan.
Tujuannya supaya masyarakat atau tamu yang hadir tidak diberi kesempatan untuk membuka masker. “Artinya, makanannya dapat dibungkus dan dibawa pulang. Jadi ditiadakan makan-makannya supaya warga tidak membuka masker di tengah keramaian. Tetapi bukan berarti kita melarang kegiatan sosial budaya termasuk hajatan di dalamnya ya,” kata Irvan, Senin (11/1/2021).
Lihat Juga :