Harga Kedelai Melambung, Pedagang Blitar Pasrah: Rezeki Sudah ada yang Ngatur
Jum'at, 08 Januari 2021 - 17:54 WIB
Untuk mutu tempe juga tidak ada yang berubah. Tempe buatan Yudi murni kedelai . Tidak ada campuran jagung atau bahan lain dengan tujuan biaya produksi lebih ekonomis. Bagi Yudi, mutu terkait erat dengan rasa. Artinya, meski harga kedelai akan terus naik, rasa tempe buatanya, ia jamin tidak akan berubah. Yang mungkin terjadi, hanya akan semakin tipis. "Rezeki sudah ada yang ngatur. Kalaupun makin tipis, saat ini belum setipis ATM," kata Yudi sembari tertawa.
(Baca juga: Tanpa Gejala, Wali Kota Bandung Umumkan Positif COVID-19 Lewat Video )
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Taviv Wiyono membenarkan, di awal tahun 2021 harga kedelai mengalami kenaikan. Harga kedelai yang sebelumnya Rp6.000/kg naik menjadi Rp9.000/kg. Secara normatif Taviv mengatakan, penyebab utama kenaikan adalah minimnya produksi kedelai di Kabupaten Blitar. "Ketersediaan persediaan tidak sebanding dengan kebutuhan, sehingga harga naik," ujar Taviv singkat.
(Baca juga: Tanpa Gejala, Wali Kota Bandung Umumkan Positif COVID-19 Lewat Video )
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Taviv Wiyono membenarkan, di awal tahun 2021 harga kedelai mengalami kenaikan. Harga kedelai yang sebelumnya Rp6.000/kg naik menjadi Rp9.000/kg. Secara normatif Taviv mengatakan, penyebab utama kenaikan adalah minimnya produksi kedelai di Kabupaten Blitar. "Ketersediaan persediaan tidak sebanding dengan kebutuhan, sehingga harga naik," ujar Taviv singkat.
(eyt)
Lihat Juga :