Pemkot Blitar Putus Ratusan Tenaga Outsourcing secara Mendadak

Selasa, 05 Januari 2021 - 22:16 WIB
"Padahal tidak semua tenaga outsourching ikut berpolitik. Tidak semua menjadi tim sukses dan sebagainya," terang salah satu tenaga outsourcing yang tidak lagi bekerja. Tenaga outsourcing di Pemkot Blitar tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Diantarannya Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Umum serta sejumlah OPD lain.

Selama ini, untuk honor seluruh tenaga outsourcing yang berjumlah ratusan orang, Pemkot Blitar merogoh anggaran hingga belasan miliar. Informasi yang dihimpun, kontrak kerja baru dengan pihak ketiga tersebut saat ini masih proses tender. Wali Kota Blitar Santoso mengatakan pihaknya tengah melakukan penataan tenaga outsourcing. (Baca juga: Lawan Intimidasi, Outsourcing PMK Mantap Dukung MA-Mujiaman)

Pada 31 Desember 2020 lalu, kontrak kerja tenaga outsourcing kebetulan juga habis. Santoso berharap ada evaluasi kinerja yang berlangsung rutin setiap tahun, termasuk menyangkut sistem kontrak kerja. "Saya tidak ingin setiap tahun tidak ada evaluasi," ujar Santoso yang juga pemenang Pilkada tahun 2020.

Santoso juga menegaskan, evaluasi yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan acara dukung mendukung Pilkada 2020 lalu. Menurut Santoso, evaluasi yang ia lakukan bersifat profesional. Yakni semuanya berdasarkan penilaian kinerja. "Tidak ada kaitannya (Pilkada 2020). Kita profesional saja berdasarkan kinerjanya. Kalau bagus akan dipertimbangkan dikontrak lagi," tegas Santoso.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!