Warga Blitar Cemaskan Efek Samping Vaksin COVID-19

Selasa, 05 Januari 2021 - 19:39 WIB
"Sebab ini obat baru yang sejauh mana efek sampingnya masyarakat awam tidak tahu," terang Abdul. Ada juga warga yang mengaku bersedia divaksin karena terpaksa. Mereka lebih takut ancaman sanksi dari pemerintah. Mereka ini biasanya golongan aparatur sipil negara. Kemudian ada juga warga yang berniat akan menolak vaksinasi.

Selain takut mereka juga belum percaya vaksin akan membuat rasa aman. "Coba dicek saja ke masyarakat. Berapa orang yang menyatakan bersedia dan berapa yang sampai saat ini masih merasa takut," tambah Abdul. Hal senada disampaikan Nur Hidayah warga Kecamatan Kademangan. Nur Hidayah berusia 30 tahun dan termasuk warga yang tersasar vaksinasi.

Ia mengaku masih bingung, apakah perlu ikut vaksinasi gratis tersebut atau tidak. Jika tidak ikut, Nur Hidayah khawatir terpapar virus COVID-19. Namun kalau menyediakan diri divaksin, ia juga mengkhawatirkan efek samping. "Rasanya dilematis," ujar Nur Hidayah. Dalam situasi yang serba membingungkan ini, kata Nur Hidayah pemerintah harusnya meningkatkan sosialisasi ke masyarakat.

Bukan hanya kampanye tentang protokol kesehatan. Tetapi juga sosialisasi ke masyarakat bahwa vaksinasi COVID-19 dipastikan aman bagi kesehatan. "Biar warga masyarakat juga tidak ragu dalam menjalankan vaksinasi," tambah Nur Hidayah. Hal berbeda disampaikan Atmaja (47), warga Kecamatan Wonodadi. Ia menyatakan siap mengikuti program vaksinasi massal COVID-19.

Atmaja percaya, vaksin yang dipakai pemerintah sudah melalui uji klinis yang aman bagi kesehatan. "Tentunya negara tidak akan mencelakai rakyatnya. Lagipula kita semua tidak bisa terus menerus dalam situasi pandemi COVID-19," tegas Atmaja. Sementara Juru Bicara Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan vaksin COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!