Gubernur Sulsel Konsolidasi Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19
Minggu, 03 Januari 2021 - 16:11 WIB
Ketua Tim Konsultan COVID-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin memamparkan bahwa, secara global untuk di kawasan Eropa sudah masuk serangan gelombang kedua dengan varian baru. Di kawasan Asia, varian lama telah menurun, tetapi di Indonesia masih mengalami peningkatan.
"Kawasan Asia masuk gelombang pertama menurun, tetapi Indonesia masih mengalami peningkatan," ujarnya.
Ia menambahkan, positivity rate Covid-19 Indonesia berada di angka 20 persen. Sementara Sulsel di angka 15-17 persen.
Ia menyebutkan bahwa program Duta Covid-19 memberikan kontribusi dalam mengurangi jumlah orang dirawat di rumah sakit sekaligus menekan jumlah kematian pasien Covid-19 . Adapun angka tertinggi kematian pasien Covid-19 di Sulsel 2,5 persen.
"Pada saat provinsi lain kematiannya 7 persen. Sulsel 1,9 persen. Jadi luar biasa kontribusi Duta Covid-19 terhadap menekan pasien masuk ke rumah sakit . Jadi yang masuk ke rumah sakit memang adalah yang bergejala berat dan kritis," ungkapnya.
Baca juga: Tahun 2021, Sulsel Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
Ia juga menyampaikan bahwa angka testing Covid-19 di Sulsel di atas direkomendasikan WHO. Namun, ia menekankan perlunya tracing contact dilakukan lebih luas dan besar lagi.
"Kita bisa lihat, bagaimana Singapura mengontrol kasus barunya adalah dengan semua tracing contact dan strain baru itu semua orang kontaknya dia tracing. Sehingga tidak terjadi kasus baru dan varian baru tersebut. Ini juga kita di Sulsel kita membuat terobosan baru dipenguatan tracing kita," harapnya.
"Kawasan Asia masuk gelombang pertama menurun, tetapi Indonesia masih mengalami peningkatan," ujarnya.
Ia menambahkan, positivity rate Covid-19 Indonesia berada di angka 20 persen. Sementara Sulsel di angka 15-17 persen.
Ia menyebutkan bahwa program Duta Covid-19 memberikan kontribusi dalam mengurangi jumlah orang dirawat di rumah sakit sekaligus menekan jumlah kematian pasien Covid-19 . Adapun angka tertinggi kematian pasien Covid-19 di Sulsel 2,5 persen.
"Pada saat provinsi lain kematiannya 7 persen. Sulsel 1,9 persen. Jadi luar biasa kontribusi Duta Covid-19 terhadap menekan pasien masuk ke rumah sakit . Jadi yang masuk ke rumah sakit memang adalah yang bergejala berat dan kritis," ungkapnya.
Baca juga: Tahun 2021, Sulsel Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
Ia juga menyampaikan bahwa angka testing Covid-19 di Sulsel di atas direkomendasikan WHO. Namun, ia menekankan perlunya tracing contact dilakukan lebih luas dan besar lagi.
"Kita bisa lihat, bagaimana Singapura mengontrol kasus barunya adalah dengan semua tracing contact dan strain baru itu semua orang kontaknya dia tracing. Sehingga tidak terjadi kasus baru dan varian baru tersebut. Ini juga kita di Sulsel kita membuat terobosan baru dipenguatan tracing kita," harapnya.
(luq)
Lihat Juga :