Banjir Bandang Terjang Dua Kecamatan di Mojokerto, 2 Jembatan Putus

Senin, 28 Desember 2020 - 14:29 WIB
"Putusnya semalam. Mungkin karena derasnya air, sehingga tergerus dan putus. Padahal ini merupakan akses penghubung antar dusun di desa ini," kata Sadi, warga Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Sadi menuturkan, jembatan yang putus tersebut merupakan jembatan penghubung antar dusun. Akibatnya, warga harus memutar sejauh 4 kilometer untuk bisa keluar dari dusun tersebut. Sebab, jembatan tak bisa dilintasi kendati hanya berjalan kaki.

"Karena jembatannya putus, warga terpaksa harus memutar, cukup jauh. Tetap bisa keluar dusun, tapi Jatirowo, Warugunung. Jaraknya sekitar kurang lebih 4 kilometer," terang pria berusia 53 tahun ini.

Selain di Dusun/Desa Suru, jalan dan jembatan penghubung antar dusun di Desa Banyulegi, juga rusak tersapu derasnya air. Bahkan, akses tersebut saat ini tidak bisa dilintasi warga. Lantaran sebagian badan jalan amblas akibat tergerus air.

"Ini akibat banjir semalam. Memang semalam air cukup deras, meskipun durasi waktunya hanya sekitar dua jam," kata Suripto, salah seorang warga.

Sejauh ini, BPDB Kabupaten Mojokerto belum bisa menyimpulkan kerugian akibat banjir yang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Mojokerto ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Mojokerto masih menginventarisir dan memberikan penanganan tanggap darurat bagi warga terdampak.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!