Siap Beroperasi di Jakarta, Bus Listrik Transjakarta 40% Lokal

Rabu, 23 Desember 2020 - 21:22 WIB
Adapun bus Skywell NJL6126BEV didukung baterai Lithium Iron Phosphate yang memiliki daya sebesar 258 Kilo Watt Hours. Kapasitas tersebut memungkinkan kendaraan ini untuk menempuh jarak sejauh 260 kilometer. Pihaknya juga sudah merancang agar baterai bisa diisi ulang daya listriknya hingga penuh hanya dalam tempo dua jam saja.

Menurut Clinton, dengan daya tempuh tersebut, maka busway tipe listrik ini sudah aman untuk digunakan seharian dengan cukup sekali pengisian. "Untuk ujicoba sebenarnya tidak ada masalah tapi kita berharap pada 2021 nanti sudah lulus uji. Dan Program bus listrik ini sejalan dengan dengan program langit biru pemerintah," katanya.

Program Langit Biru ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas buang hingga 29% pada tahun 2030. Salah satunya adalah dengan penerapan kendaraan listrik di berbagai moda angkutan umum. (Baca juga; Luncurkan Bus Listrik, Bali Punya Transportasi Massal yang Bebas Polusi )

Clinton menuturkan, untuk infrastruktur pengisian daya bagi kendaraan busway ini sudah tersedia di stasiun utama busway. Memang, kata dia, untuk pengadaan busway listrik ini masih tergolong mahal karena teknologinya masih terbilang baru. Namun bagi putra dari politisi senior Partai Golkar Robert J. Kardinal ini, bus listrik justru lebih efisien sebab energi yang dihasilkan jauh lebih bersih ketimbang bus-bus konvensional yang masih mengandalkan bensin atau solar sebagai sumber energinya.

"Tidak apa-apa investasi mahal di awal tapi lebih efisien dan lebih murah nanti dalam operasionalnya. Kalau dihitung biaya operasional per hari busway menggunakan bensin/solar lebih mahal dibandingkan (bus) listrik," katanya. (Baca juga; Edan, Produsen Mobnas Vietnam Sukses Uji Coba Bus Listrik )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!