Dampak Banjir Bengawan Solo, Ratusan Meter Tanah Desa Longsor dan Hanyut
Selasa, 22 Desember 2020 - 09:29 WIB
Selain itu, longsor juga mengancam keselamatan rumah-rumah warga di bibir sungai bengawan Solo. Bahkan ada 15 rumah warga hanya berjarak tiga meter dari bibir sungai.
"Sehingga kehidupan warga di desa tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu selalu was-was dan panik khawatir rumah dan hewan ternaknya kebanjiran dan hanyut," terang Ketua Tim Mitigasi dan pendataan Longsor, Yoyok.
(Baca juga: Tusuk Istri Polisi hingga Tewas, Pelaku Ditangkap saat Berlindung dalam Masjid )
Kepala Desa Tambakrejo, Sidekan, mengatakan, hilangnya lahan di desa karena longsor dari luapan Bengawan Solo. Tercatat dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini luas lahan yang hilang sekitar 18,970 hektar. Luas lahan sebelumnya yaitu 22,84 hektar, kini tinggal 3,914 hektar.
"Jadi setiap tahun ada pengurangan luasan lahan, sehingga banyak rumah warga terpaksa harus dipindahkan ke tanah kas desa maupun ke tanah warga sendiri yang lebih jauh dai sungai," papar Sidekan.
"Sehingga kehidupan warga di desa tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu selalu was-was dan panik khawatir rumah dan hewan ternaknya kebanjiran dan hanyut," terang Ketua Tim Mitigasi dan pendataan Longsor, Yoyok.
(Baca juga: Tusuk Istri Polisi hingga Tewas, Pelaku Ditangkap saat Berlindung dalam Masjid )
Kepala Desa Tambakrejo, Sidekan, mengatakan, hilangnya lahan di desa karena longsor dari luapan Bengawan Solo. Tercatat dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini luas lahan yang hilang sekitar 18,970 hektar. Luas lahan sebelumnya yaitu 22,84 hektar, kini tinggal 3,914 hektar.
"Jadi setiap tahun ada pengurangan luasan lahan, sehingga banyak rumah warga terpaksa harus dipindahkan ke tanah kas desa maupun ke tanah warga sendiri yang lebih jauh dai sungai," papar Sidekan.
(msd)
Lihat Juga :