6.000 Anak Terancam Meninggal Setiap Hari Karena Pandemi Corona

Rabu, 13 Mei 2020 - 19:01 WIB
"Kehidupan anak-anak menjadi kacau di seluruh dunia - sistem pendukung mereka direnggut, perbatasan mereka ditutup, pendidikan mereka hilang, pasokan makanan mereka terputus. Bahkan di Inggris, anak-anak menghadapi ancaman wabah campak dan penutupan sekolah menempatkan anak-anak yang rentan pada peningkatan risiko,” imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (13/05/2020).

Ia mengatakan penelitian ini menggarisbawahi betapa merusaknya rantai pasokan medis virus Corona di negara-negara dengan sistem kesehatan yang sudah lemah. Kunjungan ke pusat kesehatan menurun karena penguncian, jam malam dan gangguan transportasi, serta karena masyarakat tetap takut akan infeksi.

Sementara itu perwakilah dari UNICEF Yordania, Tanya Chapuisat, mengatakan perbatasan yang tertutup juga mencegah orang mengakses bantuan medis yang sangat dibutuhkan.

“Diperkirakan 10.000 warga Suriah (di sepanjang perbatasan Suriah-Yordania di dekat Rukban) tidak dapat menerima layanan medis apa pun (di Yordania) sejak penguncian dimulai enam minggu lalu dan perbatasan ditutup," ujarnya.

“Anak-anak tidak mendapatkan vaksinasi mereka, dan wanita yang seharusnya menjalani operasi caesar tidak akan bisa melakukannya. Kami punya banyak malam tanpa tidur, tapi untungnya tidak ada yang meninggal," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!