Astaga! Penjual HP di Samarinda Dibayar dengan Kertas Bertuliskan Rp100 Ribu
Jum'at, 18 Desember 2020 - 16:20 WIB
(Baca juga: Digerebek di Kamar Hotel, Artis TA Diduga Terlibat Prostitusi Online)
“FKPM menerima Lp jual beli hp dibayar menggunakan uang palsu unik. Korban COD dengan pelaku pada hari Rabu 16 Des 2020, jam 12 malam, di Jalan Siraj Salman,” ujar pihak FKPM Pelita Samarinda, dikutip Jumat (18/12/2020).
Dijelaskan, saat hendak melakukan COD korban dan pelaku masing-masing menyebutkan ciri-ciri mereka agar tidak salah orang. Saat bertemu, korban menyerahkan handphone ke pelaku dengan harga yang sudah disepakati, yakni Rp900.000.
Namun, saat itu posisi pelaku tetap berada di atas motornya yang mesinnya masih menyala. Lalu, pelaku menyerahkan uang yang digenggamnya kepada korban. Tanpa curiga, korban pun langsung menerimanya tanpa memeriksa uang yang digenggamnya.
“Sehingga korban tidak melihat yang diserahkan itu uang atau bukan, apalagi malam hari. Belum sempat korban menghitung dan melihat uang tersebut, pelaku langsung kabur. Begitu uang itu dilihat oleh korban, alangkah kagetnya ternyata uang palsu, korban sempat mengejar namun kehilangan jejak,” kata pihak FKPM Pelita Samarinda.
“FKPM menerima Lp jual beli hp dibayar menggunakan uang palsu unik. Korban COD dengan pelaku pada hari Rabu 16 Des 2020, jam 12 malam, di Jalan Siraj Salman,” ujar pihak FKPM Pelita Samarinda, dikutip Jumat (18/12/2020).
Dijelaskan, saat hendak melakukan COD korban dan pelaku masing-masing menyebutkan ciri-ciri mereka agar tidak salah orang. Saat bertemu, korban menyerahkan handphone ke pelaku dengan harga yang sudah disepakati, yakni Rp900.000.
Namun, saat itu posisi pelaku tetap berada di atas motornya yang mesinnya masih menyala. Lalu, pelaku menyerahkan uang yang digenggamnya kepada korban. Tanpa curiga, korban pun langsung menerimanya tanpa memeriksa uang yang digenggamnya.
“Sehingga korban tidak melihat yang diserahkan itu uang atau bukan, apalagi malam hari. Belum sempat korban menghitung dan melihat uang tersebut, pelaku langsung kabur. Begitu uang itu dilihat oleh korban, alangkah kagetnya ternyata uang palsu, korban sempat mengejar namun kehilangan jejak,” kata pihak FKPM Pelita Samarinda.
Lihat Juga :