Jembatan Bolong yang Angker hingga Rokok Penolak Murka
Sabtu, 12 Desember 2020 - 05:00 WIB
Hal itu pun diakui salah seorang warga Pekkabata, Polewali, Sofyan Ibrahim ,40. Dia mengaku sering melewati jalur tersebut ketika masih muda, sekitar tahun 90-an. Dia bahkan sering melihat sosok sacral yang dipercaya sebagai penunggu Jembatan Bolong.
“Dulu waktu masih muda, saya sering bolak-balik dari Polewali ke Mamuju menggunakan sepeda motor, setiap saya lewat di Jembatan Bolong pasti saya singgah, entah itu malam atau siang. Saya singgah merokok dan pasti simpan sebagian rokok di jembatan. Kata orang tua untuk berbagi sama penunggunya agar tidak murka,” tutur dia kepada SINDONews.
Dia pun menyakini itu, sehingga setiap melewati jembatan tersebut, dia merasa tenang dan tidak ada gangguan seperti kebanyakan cerita orang. Namun demikian, dia menyebutkan bahwa mistis dan mahluk halus itu benar adanya dan perlu diyakini keberadaannya. (Baca Juga: Monumen Kresek, Saksi Sejarah Peristiwa Madiun)
Sofyan pun menyarankan agar setiap orang yang ingin melewati jembatan itu, meski kini telah berubah bentuk dan bergeser dari tempat awalnya pascarenovasi, agar pengendara motor maupun mobil untuk membunyikan klaksonnya sebagai isyarat.
Cerita berbeda namun penuh mistis disampaikan sopir angkutan kota dalam provinsi, tujuan Majene-Palu, Zulfikar (28). Dia mengaku sering dikagetkan dengan sosok berkelebat di depan bahkan samping mobilnya saat melewati Jembatan Bolong.
“Dulu waktu masih muda, saya sering bolak-balik dari Polewali ke Mamuju menggunakan sepeda motor, setiap saya lewat di Jembatan Bolong pasti saya singgah, entah itu malam atau siang. Saya singgah merokok dan pasti simpan sebagian rokok di jembatan. Kata orang tua untuk berbagi sama penunggunya agar tidak murka,” tutur dia kepada SINDONews.
Dia pun menyakini itu, sehingga setiap melewati jembatan tersebut, dia merasa tenang dan tidak ada gangguan seperti kebanyakan cerita orang. Namun demikian, dia menyebutkan bahwa mistis dan mahluk halus itu benar adanya dan perlu diyakini keberadaannya. (Baca Juga: Monumen Kresek, Saksi Sejarah Peristiwa Madiun)
Sofyan pun menyarankan agar setiap orang yang ingin melewati jembatan itu, meski kini telah berubah bentuk dan bergeser dari tempat awalnya pascarenovasi, agar pengendara motor maupun mobil untuk membunyikan klaksonnya sebagai isyarat.
Cerita berbeda namun penuh mistis disampaikan sopir angkutan kota dalam provinsi, tujuan Majene-Palu, Zulfikar (28). Dia mengaku sering dikagetkan dengan sosok berkelebat di depan bahkan samping mobilnya saat melewati Jembatan Bolong.
Lihat Juga :