Jembatan Bolong yang Angker hingga Rokok Penolak Murka

Sabtu, 12 Desember 2020 - 05:00 WIB
Jembatan Bolong pascarenovasi dengan tampilan warna kuning. Foto: Istimewa/Instagram
MAMUJU - Bagi setiap warga Sulawesi Barat hingga Selatan atau bahkan luar Sulawesi pun, tidak ada yang tidak kenal dengan Jembatan Bolong, di Desa Takandeang, Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju.

Setiap orang yang ingin ke Mamuju, Ibukota Sulawesi Barat (Sulbar) pasti melalui jembatan ini jika memilih jalur darat, karena merupakan trans penghubung Makassar-Mamuju. Dari namanya saja, orang sudah terbayang tentang keangkerannya (bolong) berarti hitam, yang berada di tikungan tajam dengan kondisi jalan dari dua sisi merupakan jalan menurun dan sempit, bukan hanya fisiknya namun aura di sekitar jembatan itu juga hitam (mendung), ditambah lokasinya yang tampak berada di lembah.




Di jembatan ini, sudah banyak nyawa melayang akibat kecelakaan, ada yang disebabkan kerusakan kendaraan, human error hingga menyangkutpautkan dengan hal-hal mistis, apalagi jika terjadi pada malam Jumat. Konon, kecelakaan yang terjadi karena ‘penunggu’ jembatan sedang minta tumbal atau sedang usil mengganggu pengendara yang lewat. (Baca Juga: Kisah Cinta Saudagar Tiongkok Tan Bun An dengan Gadis Palembang Siti Fatimah di Pulau Kemaro)

Tidak jarang beberapa pengendara yang lewat terkadang mengalami mesin mati secara tiba-tiba, atau bahkan sang penunggu jembatan menampakkan dirinya ketika ada yang melewati jembatan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!