2 Pasien COVID-19 Parepare Meninggal Dunia
Minggu, 06 Desember 2020 - 21:06 WIB
Renny mengemukakan, serbuan COVID-19 pada serangan gelombang kedua kali ini sangat tinggi, yang puncaknya terjadi usai libur nasional beberapa waktu lalu. Hal itu, kata dia, kemudian melahirkan klaster COVID-19 baru. Di antaranya, klaster pemakaman di Kabupaten Sidrap, yang menyumbang lebih 10 pasien positif COVID-19, klaster pengantin di Makassar dengan jumlah pasien lima orang serta klaster kematian di Gorontalo.
"Antisipasi lonjakan pasien corona, kami sudah lakukan penambahan fasilitas tempat tidur di ruang isolasi sebanyak delapan unit. Sehingga total pasien corona yang dapat kita tangani sesuai daya tampung sementara, sebanyak 52 ranjang," papar Renny.
Baca juga: Selama Desember, 22 Warga Kabupaten Wajo Positif COVID-19
Renny mengungkapkan, pihaknya saat ini juga tengah menunggu hasil swab 19 tenaga kesehatan RSUD Andi Makasau . Petugas tersebut sebelumnya melakukan operasi caesar terhadap pasien asal Kabupaten Wajo. Di mana, pasien tersebut sebelumnya dirawat di RS Nene Mallomo, Kabupaten Sidrap. Namun ia meminta pulang untuk menjalani isolasi mandiri , sebelum hasil swabnya keluar.
"Bukannya pulang, keluarga pasien malah membawa ke RSUD Andi Makkasau , dan melakukan kebohongan pada petugas saat proses screening. Pasien tidak menyebutkan jika sudah tes swab. Kami baru tahu jika pasien positif corona, usai tindakan operasi dan diinformasikan petugas RS Nene Mallomo yang sempat melakukan pencarian terhadap pasien," papar Renny.
"Antisipasi lonjakan pasien corona, kami sudah lakukan penambahan fasilitas tempat tidur di ruang isolasi sebanyak delapan unit. Sehingga total pasien corona yang dapat kita tangani sesuai daya tampung sementara, sebanyak 52 ranjang," papar Renny.
Baca juga: Selama Desember, 22 Warga Kabupaten Wajo Positif COVID-19
Renny mengungkapkan, pihaknya saat ini juga tengah menunggu hasil swab 19 tenaga kesehatan RSUD Andi Makasau . Petugas tersebut sebelumnya melakukan operasi caesar terhadap pasien asal Kabupaten Wajo. Di mana, pasien tersebut sebelumnya dirawat di RS Nene Mallomo, Kabupaten Sidrap. Namun ia meminta pulang untuk menjalani isolasi mandiri , sebelum hasil swabnya keluar.
"Bukannya pulang, keluarga pasien malah membawa ke RSUD Andi Makkasau , dan melakukan kebohongan pada petugas saat proses screening. Pasien tidak menyebutkan jika sudah tes swab. Kami baru tahu jika pasien positif corona, usai tindakan operasi dan diinformasikan petugas RS Nene Mallomo yang sempat melakukan pencarian terhadap pasien," papar Renny.
(luq)
Lihat Juga :