HKTI Sebut Jabar Tak Perlu Takut Ancaman Krisis Pangan

Minggu, 06 Desember 2020 - 13:49 WIB
Karena itu, gubernur meminta kepada masyarakat untuk melakukan budidaya pangan sendiri. Jabar bisa keluar dari krisis pangan kata Ridwan, dengan beberapa catatan. Yaitu bagaimana kepala daerah mampu memanage potensi yang ada dengan baik. Sehingga distribusi dan penyebaran beras antar wilayah bisa dikendalikan dan di jaga.

Kemudian, lanjut Entang, pemerintah harus mulai berani mengerem konsumsi beras, melakukan disersifikasi pangan. Bahwa makan karbohidrat tidak hanya beras. Banyak komoditi lain yang tak kalah bergizi seperti beras. "Jabar harus menjadi contoh disersifikasi pangan. Berani kurangi laju konsumsi beras. Ini belum dilakukan gubernur Jabar," tegas dia. (Baca Juga: Sadis, Tolak Ajakan Bersetubuh Gadis Cantik Ini Diseret Motor Teman Prianya)

Lebih lanjut Entang menjelaskan, pada dasarnya Jabar telah memiliki perda tentang kemandirian pangan, artinya ada upaya mandiri pangan dan tidak bergantung kepada daerah lain. Tinggal bagaimana aturan tersebut direalisasikan.

“Caranya, tingkatkan produktivitas dengan menggunakan teknologi mutakhir. Kedua, jaga lahan sawah jangan sampai dialihfungsikan untuk kepentingan non pertanian. Harus ada komitmen dari penguasa daerah," imbuh dia. (Baca Juga: Bayinya Berubah Jadi Gondrong, Ibu di Sumenep Lapor Polisi)

Menurutnya, perlu ada komitmen kepala daerah menjaga sawah menjadi lahan abadi, tidak untuk perumahan, industri atau infrastruktur, dan lainnya. Hal itu, kata dia, menjadi penjamin bahwa mereka berpihak kepada kemandirian pangan.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!