Pembagian BLT Ricuh, Warga Lempari Lurah dan Kantornya
Selasa, 12 Mei 2020 - 16:28 WIB
Warga memprotes pembagian BLT yang dilakukan Kelurahan Sadia, Bima, NTB. Mereka menilai data penerima BLT tidak transparan. FOTO/iNews TV/Edy Irawan
BIMA - Kericuhan terjadi saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di halaman Kantor Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, selasa (12/5/2020) siang.
Lurah setempat dan seorang petugas pendataan BLT terpaksa dievakuasi aparat setelah hendak diamuk massa. Sebelumnya, warga yang hadir menyampaikan protes dan meminta transparansi pihak Kelurahan Sadia terkait data peneriman manfaat BLT yang diduga kuat terjadi nepotisme. (Baca juga: Anak Usia 4 Tahun Terima Bantuan Sosial Tunai Dampak COVID-19)
Namun belum selesai mendapatkan penjelasan, warga terlanjur mengamuk dan hendak menyerang lurah setempat dan seorang petugas pendataan yang ditunjuk oleh Dinas Sosial Kota Bima. Oleh warga, keduanya dinilai telah berkonspirasi dan memanipulasi data penerima BLT. Beruntung, keduanya segera diamankan petugas Kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Untuk menghindari amukan massa, lurah dan petugas pendataan tersebut langsung dievakuasi oleh aparat dengan menggunakan mobil patroli polisi, setelah keduanya sempat dikejar warga. Beberapa warga yang emosi juga sempat melempari mobil Dalmas Satpol PP menggunakan batu. Kantor lurah pun tidak lepas dari amukan massa yang melemparinya dengan batu.
Lurah setempat dan seorang petugas pendataan BLT terpaksa dievakuasi aparat setelah hendak diamuk massa. Sebelumnya, warga yang hadir menyampaikan protes dan meminta transparansi pihak Kelurahan Sadia terkait data peneriman manfaat BLT yang diduga kuat terjadi nepotisme. (Baca juga: Anak Usia 4 Tahun Terima Bantuan Sosial Tunai Dampak COVID-19)
Namun belum selesai mendapatkan penjelasan, warga terlanjur mengamuk dan hendak menyerang lurah setempat dan seorang petugas pendataan yang ditunjuk oleh Dinas Sosial Kota Bima. Oleh warga, keduanya dinilai telah berkonspirasi dan memanipulasi data penerima BLT. Beruntung, keduanya segera diamankan petugas Kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Untuk menghindari amukan massa, lurah dan petugas pendataan tersebut langsung dievakuasi oleh aparat dengan menggunakan mobil patroli polisi, setelah keduanya sempat dikejar warga. Beberapa warga yang emosi juga sempat melempari mobil Dalmas Satpol PP menggunakan batu. Kantor lurah pun tidak lepas dari amukan massa yang melemparinya dengan batu.
Lihat Juga :