Debat Pilwalkot Makassar, Irman-Zunnun Soroti Pengentasan Kemiskinan yang Tak Tuntas
Jum'at, 04 Desember 2020 - 12:59 WIB
Calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo, menyoroti penanganan kemiskinan yang selama ini dilakukan Pemkot Makassar saat debat publik ketiga Pilwalkot Makassar di Jakarta, Jumat (4/12/2020). Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo menyoroti penanganan kemiskinan yang selama ini dilakukan Pemkot Makassar. Pandangan ini disampaikan dalam debat publik ketiga Pilwalkot Makassar , yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (4/12/2020).
Menurut None, panggilan akrabnya, ada sejumlah kelemahan sehingga persoalan kemiskinan tidak pernah tuntas. Mulai dari data yang bias, penanganan yang parsial, hingga instrumen-instrumen yang belum termanfaatkan dengan baik. (Baca juga: Catat, Ini Program yang Jadi Fokus Irman-Zunnun Jika Menangi Pilwalkot Makassar)
None menegaskan, untuk penanganan kemiskinan, khususnya di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, kebijakan pemerintah harus straight to the poin pada apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. "Tidak ada yang menyangka Covid-19 ini, dan tidak ada pemerintah yang siap sepenuhnya. Tapi, kita harus mengubah tantangan menjadi peluang," kata cawali nomor urut 4 ini.
Ekonomi hingga pelayanan yang berbasis digital, lanjutnya, harus dibangun dengan baik. Tidak perlu lagi diambil kebijakan lockdown, karena ada artificial intelegency yang bekerja.
Menurut None, panggilan akrabnya, ada sejumlah kelemahan sehingga persoalan kemiskinan tidak pernah tuntas. Mulai dari data yang bias, penanganan yang parsial, hingga instrumen-instrumen yang belum termanfaatkan dengan baik. (Baca juga: Catat, Ini Program yang Jadi Fokus Irman-Zunnun Jika Menangi Pilwalkot Makassar)
None menegaskan, untuk penanganan kemiskinan, khususnya di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, kebijakan pemerintah harus straight to the poin pada apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. "Tidak ada yang menyangka Covid-19 ini, dan tidak ada pemerintah yang siap sepenuhnya. Tapi, kita harus mengubah tantangan menjadi peluang," kata cawali nomor urut 4 ini.
Ekonomi hingga pelayanan yang berbasis digital, lanjutnya, harus dibangun dengan baik. Tidak perlu lagi diambil kebijakan lockdown, karena ada artificial intelegency yang bekerja.
Lihat Juga :