Kampus Ubaya Bantu Tangani COVID-19 di Kabupaten Blitar

Selasa, 01 Desember 2020 - 00:01 WIB
"Kami berusaha memenuhi kebutuhan rumah sakit sesuai kondisi riil yang dibutuhkan. Tentunya agar bermanfaat dan digunakan dengan baik tenaga medis,” kata Herman Susanto.

Bantuan perangkat dekontaminasi APD terdiri dari bilik desinfektan (disinfectant chamber) dan lemari UV (Ultra Violet). Perangkat yang dirancang selama empat bulan (Juni-Oktober) memiliki sejumlah keunggulan. Yakni membantu tenaga medis dalam proses sterilisasi termasuk melepas APD secara mandiri.

(Baca juga: Ada Siswa Positif COVID-19, Surabaya Belum Bisa Laksanakan Sekolah Tatap Muka )

Menurut Herman, ide awal terciptanya perangkat dekontaminasi APD berangkat dari kebutuhan baju hazmat yang di sejumlah daerah masih langka. "Akhirnya merancang lemari UV yang berfungsi mensterilkan baju hazmat agar tidak sekali pakai," terang Herman.

Cara kerja perangkat dekontaminasi APD langsung disimulasikan. Seorang petugas yang mengenakan baju APD diminta masuk ke dalam bilik desinfektan. Selama kurang lebih satu menit tenaga medis yang tersemprot kabut berputar dua kali dengan posisi lengan terangkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!