Pasien Terkonfirmasi Positif COVID-19 Meninggal di Jember Melonjak
Kamis, 26 November 2020 - 08:08 WIB
Proses pemakaman pasien positif COVID-19 di Jember. Pasien COVID-19 meninggal di Jember melonjak lantaran kondisinya sudah kritis saat masuk rumah sakit. Foto/Antara/PMI Jember
JEMBER - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 meninggal di Kabupaten Jember , Jatim melonjak dalam waktu selama sepekan terakhir. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Jember, warga positif COVID-19 yang meninggal pada Rabu (25/11/2020) 4 orang, Selasa (24/11/2020) tercatat 5 orang, Senin (23/11/2020) tercatat 4 orang, dan Minggu (22/11/2020) 3 orang.
"Salah satu penyebab tingginya kasus kematian COVID-19 di Jember karena kondisi pasien yang terinfeksi virus Corona sudah kritis saat masuk rumah sakit," kata Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jember, Gatot Triyono di Jember, Kamis (26/11/2020). (Baca juga: Kasus Meninggal COVID-19 di KBB Bertambah, Total Jadi 20 Orang)
Dia menjelaskan, pasien yang memiliki gejala ringan menolak untuk dirujuk ke rumah sakit dengan berbagai alasan. Di antaranya pihak keluarga khawatir dan takut kalau pasien tersebut di-covid-kan. (Baca juga: Seorang Camat di Jepara Meninggal Dunia Terpapar COVID-19)
"Selama ini rata-rata pasien masuk rumah sakit rujukan COVID-19 dalam kondisi kritis, sehingga nyawanya tidak tertolong, meskipun sudah dirawat semaksimal mungkin oleh tim dokter di rumah sakit," tuturnya.
"Salah satu penyebab tingginya kasus kematian COVID-19 di Jember karena kondisi pasien yang terinfeksi virus Corona sudah kritis saat masuk rumah sakit," kata Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jember, Gatot Triyono di Jember, Kamis (26/11/2020). (Baca juga: Kasus Meninggal COVID-19 di KBB Bertambah, Total Jadi 20 Orang)
Dia menjelaskan, pasien yang memiliki gejala ringan menolak untuk dirujuk ke rumah sakit dengan berbagai alasan. Di antaranya pihak keluarga khawatir dan takut kalau pasien tersebut di-covid-kan. (Baca juga: Seorang Camat di Jepara Meninggal Dunia Terpapar COVID-19)
"Selama ini rata-rata pasien masuk rumah sakit rujukan COVID-19 dalam kondisi kritis, sehingga nyawanya tidak tertolong, meskipun sudah dirawat semaksimal mungkin oleh tim dokter di rumah sakit," tuturnya.
Lihat Juga :