Tak Bisa Nonton Debat, Warga Pulau Dengar Langsung Paparan Program Anir-Lutfi

Rabu, 18 November 2020 - 09:11 WIB
Mansur juga mengaku tidak hanya kekurangan listrik, warga di sana juga kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa harus mengeluarkan Rp25 ribu untuk membeli satu drum air bersih.

"Kita beli air bersih untuk mencuci, mandi, cuci piring, biasa dibeli Rp25 ribu satu drum. Untuk air minum, satu galon dibeli Rp5 ribu," kata dia.

Dirinya dan warga Pulau Sakuala berharap bisa mendapatkan akses listrik dan air bersih ketika Anir-Lutfi diberi amanah.

"Saya sudah lama kenal Ibu. Sudah berjuang sama Ibu saat masih merintis ke DPRD, jadi saya tahu karakternya, jiwa kepeduliannya itu besar sekali. Apalagi dia seorang perempuan, akan mengerti keresahan warga di sini," ungkapnya.

Dia meyakini, Anir-Lutfi bakal menang 70-80 persen di Sakuala yang memiliki sekitar 80-an kepala keluarga itu.

Baca Juga: Mengenal Kostum Anir-Lutfi saat Debat Publik Pilkada Pangkep

Keluhan yang sama diucapkan Mangka, warga Pulau Sagara. Dia menuturkan, masyarakat di sana juga mengalami keterbatasan listrik.

"Rata-rata masyarakat di sini menggunakan genset untuk penerangan yang dibayar Rp145 ribu per bulan. Awalnya ada tenaga surya, tapi rusak mesinnya jadi tidak bisa menyimpan tenaga. Jadi itu ji kebutuhan masyarakat di sini yang perlu diperhatikan," ujar Mangka kepada Anir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!