Terdampak COVID-19, RAPBD Jawa Timur Turun Menjadi Rp32,4 Triliun
Selasa, 17 November 2020 - 07:55 WIB
"Maka, diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan pandemi virus ini," ujar Khofifah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono mengatakan, R-APBD Jatim terbagi dua. Yakni pendapatan sebesar Rp30,74 triliun dan pembiayaan sebesar Rp32,4 triliun.
Sisanya nanti dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). "Porsi anggaran terbesar di Dinas Pendidikan dialokasikan sebesar Rp12,4 triliun," katanya.
Dana tersebut, imbuh Heru, dialokasikan untuk Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BOPP) dan pembangunan sejumlah sekolah. Lalu Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
"Kemudian ada pembenahan lagi sekolah-sekolah, seperti sarana dan prasarana seperti di Madiun, Malang dan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono mengatakan, R-APBD Jatim terbagi dua. Yakni pendapatan sebesar Rp30,74 triliun dan pembiayaan sebesar Rp32,4 triliun.
Sisanya nanti dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). "Porsi anggaran terbesar di Dinas Pendidikan dialokasikan sebesar Rp12,4 triliun," katanya.
Dana tersebut, imbuh Heru, dialokasikan untuk Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BOPP) dan pembangunan sejumlah sekolah. Lalu Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
"Kemudian ada pembenahan lagi sekolah-sekolah, seperti sarana dan prasarana seperti di Madiun, Malang dan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Lihat Juga :