Dianiaya saat Bertugas, Ketua Panwascam Batam Kota Lapor Polisi
Jum'at, 13 November 2020 - 11:00 WIB
Pelapor menghubungi atasannya tersebut untuk menanyakan apakah dibolehkan atau tidak kegiatan tarian tersebut dilaksanakan. "Kemudian saksi Nopialdi mengatakan bahwa Tarian bersama-sama tidak boleh dilakukan pada saat kampanye," katanya.
Mendapat petunjuk dari saksi Nopialdi, maka Pelapor mendatangi Ketua Nias yakni Tomas dan mengatakan agar acara tersebut agar bisa dihentikan. Lalu Tomas mengatakan bahwa acara tersebut adalah acara tarian Adat Nias dan Tomas juga menyampaikan bahwa kegiatan kampanye telah selesai dan ini hanya sebagai hiburan masyarakat saja. (Baca: Digulung Ombak saat Mancing, Nelayan Cianjur Tenggelam di Pantai Cigebang).
"Kemudian Pelapor mendatangi tim Paslon No urut 1 Cagub dan Cawagub Provinsi Kepri untuk menyampaikan perihal yang sama namun acara tersebut tetap dilakukan dan pada saat acara berlangsung," jelasnya.
Pelapor mengambil Vidio untuk dokumentasi pelapor sebagai tugas pengawasan dan setelah pelapor selesai mengambil video, pelapor didatangi oleh oknum tim kampanye dikarenakan pelapor mengambil video dan juga yang turut memarahi pelapor adalah paslon No urut 1 Cagub Provinsi Kepri.
"Melihat kejadian tersebut, Oknum masyarakat Nias yang berjumlah beberapa orang mendatangi Pelapor dan mengelilingi pelapor sambil marah-marah dan juga ada yang menarik dan mendorong pelapor untuk menjauhi lokasi tersebut dan pada saat itu ada yang memukul pelapor di bagian pipi kanan, perut dan lengan bagian kanan pelapor," bebernya. (Baca: Hutan Segoro Gunung Grobogan Diselimuti Bau Busuk Bangkai).
Mendapat petunjuk dari saksi Nopialdi, maka Pelapor mendatangi Ketua Nias yakni Tomas dan mengatakan agar acara tersebut agar bisa dihentikan. Lalu Tomas mengatakan bahwa acara tersebut adalah acara tarian Adat Nias dan Tomas juga menyampaikan bahwa kegiatan kampanye telah selesai dan ini hanya sebagai hiburan masyarakat saja. (Baca: Digulung Ombak saat Mancing, Nelayan Cianjur Tenggelam di Pantai Cigebang).
"Kemudian Pelapor mendatangi tim Paslon No urut 1 Cagub dan Cawagub Provinsi Kepri untuk menyampaikan perihal yang sama namun acara tersebut tetap dilakukan dan pada saat acara berlangsung," jelasnya.
Pelapor mengambil Vidio untuk dokumentasi pelapor sebagai tugas pengawasan dan setelah pelapor selesai mengambil video, pelapor didatangi oleh oknum tim kampanye dikarenakan pelapor mengambil video dan juga yang turut memarahi pelapor adalah paslon No urut 1 Cagub Provinsi Kepri.
"Melihat kejadian tersebut, Oknum masyarakat Nias yang berjumlah beberapa orang mendatangi Pelapor dan mengelilingi pelapor sambil marah-marah dan juga ada yang menarik dan mendorong pelapor untuk menjauhi lokasi tersebut dan pada saat itu ada yang memukul pelapor di bagian pipi kanan, perut dan lengan bagian kanan pelapor," bebernya. (Baca: Hutan Segoro Gunung Grobogan Diselimuti Bau Busuk Bangkai).