Aksi Demo Usut Kasus Bupati Maros Diduga Ditunggangi Kandidat Pilkada

Kamis, 12 November 2020 - 18:31 WIB
Lebih lanjut, Chaerul menyebut jika upaya yang dilakukan oleh dua kubu paslon untuk menurunkan elektabilitas paslonnya itu sangat tidak tepat. Selain karena masyarakat, ia nilai sangat cerdas menanggapi hal semacam itu, isu korupsi yang coba dibangun oleh kubu paslon lain itu sudah usang.

Baca juga: Bupati Beri Beasiswa Rp1 Miliar untuk Mahasiswa Asal Maros

“Jelas tidak efektif dan tidak berdampak ke kami karena masyarakat saya yakin sudah sangat cerdas menilainya. Apa lagi kasus ini sudah muncul sejak lima tahun lalu dan kembali diada-adakan saat pilkada ini,” lanjutnya.

Chaerul menjelaskan, pihaknya kini tidak akan terpengaruh dengan upaya yang dilakukan oleh paslon lain untuk menurunkan elektabilitas. Baik Chaidir maupun Suhartina, akan tetap bergerak menemui warga dari satu titik ke titik lainnya untuk berkampanye manawarkan program.

“Meskipun kami tahu, tapi kami pastikan tidak akan membalas dengan hal serupa. Karena Pak Chaidir maupun Ibu Suhartina memang selalu menahan simpatisannya untuk berbuat hal yang sama. Kita mau berpolitik sehat dan santun dan tetap menggaet masyarakat dengan program,” pungkasnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!