Perang Lawan Wabah COVID-19, Mantan Pangdam Siliwangi Ini Rela Tidur di Kantor

Minggu, 10 Mei 2020 - 07:49 WIB
”Sebagai tentara profesional pasti sigap menghadapi lawan yang kasat mata seperti agresor, separatis, atau teroris. Tapi kali ini yang harus dihadapinya COVID-19 sebuah ancaman nirmiliter,” tutur dia.

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, wabah Corona merupakan ancaman nirmiliter. Ancaman nirmiliter berbeda dengan ancaman militer dan ancaman nonmiliter. Ketiganya, kini dikenal sebagai ancaman hybrida dan telah merubah perspektif ancaman di masa mendatang.

”Pak Doni Monardo yang selama ini dikenal sebagai tentara humanis tentu saja langsung mengambil metode pendekatan humanis dengan mengajak semua unsur untuk saling bahu membahu menangani COVID-19 atau dikenal dengan metode pentahelix,” ucapnya.

Metode Pentahelix ini juga diterapkan mantan Danpaspampres itu saat memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dimana pendekatan tersebut lebih menitikberatkan kepada semangat kegotongroyongan seluruh sumber daya dan kearifan lokal di mana bencana terjadi.

”Kita semua tentu berdoa agar COVID-19 segera usai, tetapi tanpa kedisiplinan dan konsekuensi patuh terhadap larangan pemerintah sangat mungkin COVID-19 lama disudahinya. Semoga saja kehadiran Letjen TNI Doni Monardo dengan segala kepiawaian dan pengalamannya dapat meredakan COVID-19 di negara kita,” ujar Nuning.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!