HMI Sebut Ajakan Doa Bersama Gubernur Sumut Berpotensi Langgar Protokol Kesehatan
Sabtu, 09 Mei 2020 - 22:14 WIB
"Gubernur berpotensi melakukan dua kesalahan besar. Pertama, memicu terjadinya keramaian. Kedua, saat keramaian terjadi di banyak tempat pada 14 Mei 2020 nanti. Dua kesalahan tersebut adalah masalah besar dalam protokol kesehatan," jelasnya.
Selain itu, Hasbi menilai bahwa doa bersama yang akan dilakukan oleh berbagai instansi pemerintahan di bawah Pemprov Sumut juga berpotensi menyia-nyiakan APBD. "Daripada untuk doa bersama di instansi pemerintahan, lebih baik anggarannya dialokasikan untuk membantu masyarakat yang sangat terdampak dari sisi kesehatan maupun ekonomi," tegasnya.
Kendati demikian, Hasbi juga menerangkan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan doa untuk berharap pandemi COVID-19 berakhir di Sumut. "Doa itu sangat bagus. Kita harus senantiasa berdoa sebagai umat beragama. Tapi ya jangan praktik doa itu malah mendekatkan kita dengan bahaya," tandas Hasbi.
Selain itu, Hasbi menilai bahwa doa bersama yang akan dilakukan oleh berbagai instansi pemerintahan di bawah Pemprov Sumut juga berpotensi menyia-nyiakan APBD. "Daripada untuk doa bersama di instansi pemerintahan, lebih baik anggarannya dialokasikan untuk membantu masyarakat yang sangat terdampak dari sisi kesehatan maupun ekonomi," tegasnya.
Kendati demikian, Hasbi juga menerangkan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan doa untuk berharap pandemi COVID-19 berakhir di Sumut. "Doa itu sangat bagus. Kita harus senantiasa berdoa sebagai umat beragama. Tapi ya jangan praktik doa itu malah mendekatkan kita dengan bahaya," tandas Hasbi.
(shf)
Lihat Juga :