DPRD Kobar Minta Pemkab Segera Membahas Sekolah Tatap Muka
Senin, 09 November 2020 - 15:07 WIB
Mirna Irawati yang juga sebagai Bunda PAUD Kobar, ketika langsung turun ke sekolah - sekolah PAUD yang ada di Kobar, begitu terasa mengiris hati mengetahui bahwa mereka merindukan sekolah, merindukan guru-guru, teman -temannya dan bermain di sekolah seperti biasanya.
"Mereka bahkan protes, kenapa ma, kami tidak boleh sekolah sedangkan mama boleh aja ke mana-mana. Begitu juga anak saya yang duduk di SD dan SMA, mulai menyatakan protesnya ketika mereka dibawa jalan, melihat taman ramai bahkan cafe-cafe masih ramai dan tidak ada batasan jam buka. Semua aktivitas seperti tidak ada Corona, sementara anak-anak sekolah ini belum ada kebijakan. Bahkan, dari pemerintah pusat sekalipun, untuk bisa belajar secara tatap muka seperti biasa," ungkapnya.
Mirna mengaku khawatir apabila anak-anak harus terus belajar di rumah secara online menggunakan gadget, akan berdampak negatif pada meraka.
"Kita ketahui bersama, ketika anak harus belajar online 1 jam megang HP untuk belajar dan sisanya mereka main game, akhirnya membuat mereka ketergantungan akan permainan game yang tidak bisa kita kontrol, ini dampak negatif yang kami khawatirkan,” pungkasnya.
"Mereka bahkan protes, kenapa ma, kami tidak boleh sekolah sedangkan mama boleh aja ke mana-mana. Begitu juga anak saya yang duduk di SD dan SMA, mulai menyatakan protesnya ketika mereka dibawa jalan, melihat taman ramai bahkan cafe-cafe masih ramai dan tidak ada batasan jam buka. Semua aktivitas seperti tidak ada Corona, sementara anak-anak sekolah ini belum ada kebijakan. Bahkan, dari pemerintah pusat sekalipun, untuk bisa belajar secara tatap muka seperti biasa," ungkapnya.
Mirna mengaku khawatir apabila anak-anak harus terus belajar di rumah secara online menggunakan gadget, akan berdampak negatif pada meraka.
"Kita ketahui bersama, ketika anak harus belajar online 1 jam megang HP untuk belajar dan sisanya mereka main game, akhirnya membuat mereka ketergantungan akan permainan game yang tidak bisa kita kontrol, ini dampak negatif yang kami khawatirkan,” pungkasnya.
(zil)
Lihat Juga :