Pemberlakuan PSBB di Bodebek, Mobilitas Warga Masih Tetap Ramai
Kamis, 16 April 2020 - 07:20 WIB
Mobilitas masyarakat di Stasiun Bogor masih terjadi penumpukan penumpang. Seluruh penumpang yang masuk ke dalam kereta diwajibkan menggunakan masker. Petugas juga melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat melakukan peninjauan bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, meski terpantau ramai, jumlah pengguna kereta rel listrik (KRL) yang berangkat dari Stasiun Bogor pada pagi ini mengalami penurunan. "Biasanya 280.000 penumpang, tapi sekarang ada penurunan. Jumlahnya masih tinggi, tapi sudah ada langkah-langkah," katanya.
Di Depok juga masih banyak ditemukan pengendara yang wara-wiri di jalan raya. Bahkan masih ditemukan yang tidak memakai masker atau kendaraan dengan kuota penumpang berlebihan. Salah satunya di bawah flyover UI dari arah Jakarta menuju Depok. "Kita berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa PSBB di Depok sudah diberlakukan. Dan setiap orang yang keluar rumah wajib memakai masker," kata Kasat Lantas Polrestro Depok Kompol Sutomo.
Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui, masih banyak warga yang keluyuran keluar rumah saat penerapan PSBB. Sebagian besar warga keluar rumah tanpa alasan yang jelas. "Tadi melihat beberapa kelurahan termasuk Sukmajaya masih banyak warga yang berkeliaran," katanya.
Selain tidak mematuhi aturan PSBB, mereka juga tidak melengkapi diri dengan masker serta tidak memperhatikan jarak fisik. Ditemukan banyak pengendara motor saling berboncengan. Kemudian pengendara roda empat duduk bersebelahan. Untuk evaluasi, maka pihaknya akan lebih tegas lagi kepada pelanggar nantinya.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat melakukan peninjauan bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, meski terpantau ramai, jumlah pengguna kereta rel listrik (KRL) yang berangkat dari Stasiun Bogor pada pagi ini mengalami penurunan. "Biasanya 280.000 penumpang, tapi sekarang ada penurunan. Jumlahnya masih tinggi, tapi sudah ada langkah-langkah," katanya.
Di Depok juga masih banyak ditemukan pengendara yang wara-wiri di jalan raya. Bahkan masih ditemukan yang tidak memakai masker atau kendaraan dengan kuota penumpang berlebihan. Salah satunya di bawah flyover UI dari arah Jakarta menuju Depok. "Kita berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa PSBB di Depok sudah diberlakukan. Dan setiap orang yang keluar rumah wajib memakai masker," kata Kasat Lantas Polrestro Depok Kompol Sutomo.
Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui, masih banyak warga yang keluyuran keluar rumah saat penerapan PSBB. Sebagian besar warga keluar rumah tanpa alasan yang jelas. "Tadi melihat beberapa kelurahan termasuk Sukmajaya masih banyak warga yang berkeliaran," katanya.
Selain tidak mematuhi aturan PSBB, mereka juga tidak melengkapi diri dengan masker serta tidak memperhatikan jarak fisik. Ditemukan banyak pengendara motor saling berboncengan. Kemudian pengendara roda empat duduk bersebelahan. Untuk evaluasi, maka pihaknya akan lebih tegas lagi kepada pelanggar nantinya.
Lihat Juga :