Waspada Peredaran Uang Palsu, Penjual Ikan Hias pun Jadi Korban
Sabtu, 07 November 2020 - 13:45 WIB
Sebelum Aldo, kasus serupa juga terjadi di kawasan Gandus Palembang. Sejumlah korban peredaran uang palsu mayoritas merupakan pelaku usaha warung manisan dan pedagang asongan tertipu uang palsu pecahan Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.
Seperti yang diungkapkan, Nila (40), penjual warung manisan di kawasan Gandus Palembang tersebut mengaku sudah beberapa kali menerima uang palsu. Uang yang diterimanya baru diketahui palsu saat orang yang belanja di warungnya telah pergi. (Baca juga: Warga Kalidoni Digegerkan Adanya Penemuan Granat Aktif)
"Sering pak dapet uang palsu, ada yang pecahan kecil Rp20 ribu, ada juga yang Rp100 ribu. Susah bedakan mano yang asli dan yang palsu," ucap Nila. (Baca juga: PT Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi bagi Petani Jawa Tengah Aman)
Kembali maraknya peredaran uang palsu di Kota Palembang tak sedikit membuat warga cemas, bahkan para korban berharap aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas serta menangkap pelaku pengedar uang palsu tersebut.
Seperti yang diungkapkan, Nila (40), penjual warung manisan di kawasan Gandus Palembang tersebut mengaku sudah beberapa kali menerima uang palsu. Uang yang diterimanya baru diketahui palsu saat orang yang belanja di warungnya telah pergi. (Baca juga: Warga Kalidoni Digegerkan Adanya Penemuan Granat Aktif)
"Sering pak dapet uang palsu, ada yang pecahan kecil Rp20 ribu, ada juga yang Rp100 ribu. Susah bedakan mano yang asli dan yang palsu," ucap Nila. (Baca juga: PT Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi bagi Petani Jawa Tengah Aman)
Kembali maraknya peredaran uang palsu di Kota Palembang tak sedikit membuat warga cemas, bahkan para korban berharap aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas serta menangkap pelaku pengedar uang palsu tersebut.
(boy)
Lihat Juga :