Twin Tower Dibangun 36 Lantai Berbiaya Rp1,9 Triliun Jadi Peradaban Baru Sulawesi Selatan
Rabu, 04 November 2020 - 17:25 WIB
"Dengan kita bangun twin tower. Kita menyatu disitu semua baik eksekutif maupun legislatif, maupun bupati/wali kota itu akan ada tempat. Jadi sistem kordinasi kita lebih enak," papar dia.
Nilai investasi pembangunan twin tower mencapai Rp1,9 triliun. Menara kembar masing-masing berlantai 36 ini dibangun tanpa menggunakan APBD dan APBN. Proyek ini dibangun melalui sistem turn-key. Perusahaan milik negara sebagai pihak ketiga siap mengakomodir.
PT Waskita Karya (Persero) sebagai pengguna jasa, dengan PT Wika sebagai kontraktor. Sementara Perseroda Sulsel diketahui sebagai leading sector termasuk pengelola Twin Tower ke depan.
Nurdin mengaku, rencana pembangunan Twin Tower juga sudah dilaporkan ke Presiden RI Joko Widodo. Kata dia, orang nomor satu Indonesia itu mendukung penuh langkah yang direncanakan Pemprov Sulsel. (BACA JUGA: Sengketa Lahan di Perumahan Pakuwon Indah, Pakuwon Jati Angkat Bicara)
"Jadi murni business to business. Kenapa twin tower dibangun, karena di setiap kesempatan bapak Presiden terus memberikan arahan kepada kita sinergi-sinergi bangun kolabroasi dan bekerja terintegrasi," urai Nurdin.
Selain menjadi pusat layanan pemerintahan, proyek Twin Tower juga akan dilengkapi hotel hingga mall. Nurdin juga memastikan akan menyiapkan ruang publik untuk berakvitas masyarakat di kawasan tersebut.
Diketahui, penandatanganan kontrak kerja sama ini, dikakukan antara Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), Taufik Fachruddin bersama Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Septiawan Andri Purwanto. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.
Nilai investasi pembangunan twin tower mencapai Rp1,9 triliun. Menara kembar masing-masing berlantai 36 ini dibangun tanpa menggunakan APBD dan APBN. Proyek ini dibangun melalui sistem turn-key. Perusahaan milik negara sebagai pihak ketiga siap mengakomodir.
PT Waskita Karya (Persero) sebagai pengguna jasa, dengan PT Wika sebagai kontraktor. Sementara Perseroda Sulsel diketahui sebagai leading sector termasuk pengelola Twin Tower ke depan.
Nurdin mengaku, rencana pembangunan Twin Tower juga sudah dilaporkan ke Presiden RI Joko Widodo. Kata dia, orang nomor satu Indonesia itu mendukung penuh langkah yang direncanakan Pemprov Sulsel. (BACA JUGA: Sengketa Lahan di Perumahan Pakuwon Indah, Pakuwon Jati Angkat Bicara)
"Jadi murni business to business. Kenapa twin tower dibangun, karena di setiap kesempatan bapak Presiden terus memberikan arahan kepada kita sinergi-sinergi bangun kolabroasi dan bekerja terintegrasi," urai Nurdin.
Selain menjadi pusat layanan pemerintahan, proyek Twin Tower juga akan dilengkapi hotel hingga mall. Nurdin juga memastikan akan menyiapkan ruang publik untuk berakvitas masyarakat di kawasan tersebut.
Diketahui, penandatanganan kontrak kerja sama ini, dikakukan antara Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), Taufik Fachruddin bersama Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Septiawan Andri Purwanto. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.
Lihat Juga :