Gelar Pesta Pernikahan Anak 3 Hari, Begini Penjelasan Gubernur Sumbar
Rabu, 04 November 2020 - 11:52 WIB
Dia menegaskan tidak ada konspirasi terkait keputusan Pemkot Padang tersebut. Bahkan sempat undangan telah dicetak pada bulan Desember 2020. "Jadi tidak benar kalau kami melakukan konspirasi bersama Pemkot Padang. Karena ada SE Wali Kota itu, kami panitia kembali mengadakan rapat dan memutuskan untuk memajukan pernikahan anak kami," ujarnya.
Pernikahan tersebut harus dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan yang ketat karena di tengah pandemi COVID-19. "Jadi saya sebagai orang tua bertanggung jawab memberikan kesempatan untuk anak kami menikah. Tetapi pernikahan itu kita atur sesuai protokol kesehatan," tuturnya.
Nantinya, para tamu undangan yang datang tidak makan di tempat (makanan dibawa pulang), dan panitia tidak menyediakan meja. Untuk ucapan selamat kepada pengantin, tamu undangan diminta hanya memberikan salam santun tanpa bersentuhan.
Irwan Prayitno menjelaskan bahwa undangan resepsi dibuat 3 hari agar tidak terjadi kerumunan dan dibagi per jam kehadiran. Karena itu setiap undangan yang hadir memiliki jadwal yang berbeda.
Selain itu, untuk pelaksanaan pesta itu akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Masker disediakan bagi yang tidak pakai masker, selanjutnya untuk hand sanitizer (cuci tangan) disediakan di beberapa titik tempat acara. "Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per hari dan per jam jumlah tamu dibatasi. Selain itu, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat," katanya.
Pernikahan tersebut harus dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan yang ketat karena di tengah pandemi COVID-19. "Jadi saya sebagai orang tua bertanggung jawab memberikan kesempatan untuk anak kami menikah. Tetapi pernikahan itu kita atur sesuai protokol kesehatan," tuturnya.
Nantinya, para tamu undangan yang datang tidak makan di tempat (makanan dibawa pulang), dan panitia tidak menyediakan meja. Untuk ucapan selamat kepada pengantin, tamu undangan diminta hanya memberikan salam santun tanpa bersentuhan.
Irwan Prayitno menjelaskan bahwa undangan resepsi dibuat 3 hari agar tidak terjadi kerumunan dan dibagi per jam kehadiran. Karena itu setiap undangan yang hadir memiliki jadwal yang berbeda.
Selain itu, untuk pelaksanaan pesta itu akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Masker disediakan bagi yang tidak pakai masker, selanjutnya untuk hand sanitizer (cuci tangan) disediakan di beberapa titik tempat acara. "Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per hari dan per jam jumlah tamu dibatasi. Selain itu, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat," katanya.
(shf)
Lihat Juga :