Miliki Segudang Prestasi, Tak Juga Dongkrak Elektabilitas Risma

Selasa, 03 November 2020 - 08:27 WIB
Berbeda dengan Y-Publica, di survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis pada 28 Oktober 2020 lalu, Risma justeru tak mendapatkan penilaian dari responden. Nama perempuan kelahiran Kediri 20 November 1961 hilang dari daftar figur yang meraih respon publik alias nihil.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Dedi Kurnia Syah selaku Direktur Eksekutif IPO menyatakan, Risma untuk konstelasi nasional belum mengemuka secara kuat. Menurut dia, popularitasnya hanya mengemuka sebagai Walikota yang mendapat porsi pemberitaan lebih banyak.

"Meskipun demikian, kans untuk masuk kancah nasional sangat mungkin karena Risma miliki modal yang cukup," kata Dedi saat dihubungi Sindonews, Selasa (3/11/2020). (Baca juga: Ada yang Janggal, Kasus Positif COVID-19 di Blitar Terus Bertambah )

Dedi melihat, peluang perempuan yang menjabat sebagai Ketua DPP PDIP bidang Kebudayaan itu masih terbuka untuk bertarung di level nasional. Bermodal pengalaman dan prestasinya selama memimpin Kota Surabaya, bisa dikonversi menjadi elektabilitas sekaligus untuk mendongkrak popularitasnya.

Dedi menganggap, mereka yang saat ini masuk bursa calon presiden dari sisi survei, bisa saja mengalami perubahan begitu muncul tokoh fenomenal mendekati Pilpres 2024. "Sekuranya tokoh semakin kuat asosiasi pencapresan sekira tahun 2022 atau 2023," ujar Dedi menandaskan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!