Paguyuban Tionghoa Surabaya Serahkan Bantuan ke Kodam Brawijaya

Jum'at, 08 Mei 2020 - 14:13 WIB
Menurut Alim Markus, untuk menghadapi paceklik akibat wabah corona seperti saat ini dibutuhkan kegotong-royongan antar pengusaha, pemerintah dan seluruh lembaga yang ada di masyarakat. "Ini merupakan kegotong royongan. Saya sendiri kan gak kuat," kata dia.

Dia berharap, masyarakat Jawa Timur khususnya di tiga wilayah yang saat ini diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) supaya menaati aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Hal itu semata-mata agar mata rantai penyebaran virus Corona bisa diputuh dan PSBB segera dicabut.

"Mungkin PSBB di perpanjang, tapi jangan diperpanjang terus. Maksimal dua kalilah, supaya masyarakat bisa usaha lagi karena mereka uangnya terbatas," kata dia.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Widodo Irsyansyah, mengatakan, wabah COVID-19 ini cukup berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama para pekerja di sektor informal. "Mereka sangat terpukul dengan dampak COVID-19 ini," kata dia.

Namun dengan adanya kepedulian para pengusaha seperti Paguyuban Masyarakat Tionghoa ini bisa meringankan kebutuhan hidup masyarakat. "Saya bersyukur masih ada paguyuban seperti pagi ini sangat peduli untuk sama-sama mengatasi kesulitan masyarakat yang terdampak COVID-19 ini," pungkas dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!