Jabar Terima 100.000 Flocked Swab HS-19 Karya Universitas Indonesia

Senin, 26 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Untuk diketahui, World Health Organization (WHO) merekomendasikan semua negara melakukan 3T dengan metode PCR karena hasilnya lebih akurat dibandingkan rapid test (RDT). Jabar pun kini sudah mulai meninggalkan rapid test dan intens dengan uji usap.

Mengacu pada data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar, Sabtu (24/10/2020), kapasitas uji usap Jabar mencapai 514.638 sementara RDT 363.033. Uji usap yang telah dilakukan Jabar juga telah melebihi standar WHO yakni 1 persen dari populasi Jabar yang mencapai hampir 50 juta jiwa.

Dalam memproduksi alat ini, UI membentuk konsorsium yang terdiri dari Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) Fakultas Teknik UI (FTUI) dan peneliti dari Fakultas Kedokteran UI (FKUI). (Baca: Anak-Anak dari Segala Usia Bisa Tertular COVID-19 )

Beberapa mitra industri UI juga berpartisipasi seperti Dynapack Asia Pte Ltd, PT Chandra Asri TbK, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Ingress Malindo Ventures, PT Toyota Auto Body-Tokai Extrusion, PT Sri Tita Medika, PT Langgeng Jaya Fiberindo, dan PT Indachi Prima.

Flocked swab HS-19 pertama dibuat Mei 2020 dan terus mengalami penyempurnaan baik dari sisi produksi dan proses kerja. Flocked swab made in Indonesia HS-19 ini telah diproduksi setelah melalui tahapan riset dan pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI, untuk memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

"FTUI juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung yang berada di Gedung Integrated Creative Engineering Learning Lab (i-CELL) untuk mempercepat proses purwarupa dan pengujian produk swab stick untuk komersialisasi,” kata Dekan FTUI, Dr Hendri.
(don)
Halaman :
Lihat Juga :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More Content