Ditangkap Polisi, Ketua KAMI Medan Daftarkan Gugatan Praperadilan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Pendaftaran gugatan praperadilan ini guna menanggapi proses penangkapan kliennya yang diduga terdapat kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Dalam akta permohonan praperadilan pemohon yakni Khairi Amri yang diwakilkan istrinya melalui kuasa hukumnya menggugat Kapolri, Kapolda Sumatra Utara dan Kapolrestabes Medan selaku pihak termohon.
Pengajuan praperadilan ini terkait dengan tiga aspek. Yakni aspek penetapan tersangka, aspek penangkapan dan aspek penahanan.
“Pihak kepolisian tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk menahan klien saya,” kata Mahmud Irsad Lubis. (BACA JUGA: Penghasutan Tindak Anarkis, Tiga Aktivis KAMI Medan Ditangkap)
Pihak kepolisian menangkap Khairi Amri saat aksi demo penolakan UU Cipta Kerja di DPRS Sumatera Utara atas tuduhan menyebarluaskan ujaran kebencian dan menghasut tindakan kekerasan dalam grup WhatsAap KAMI Medan yang kemudian dijadikan tersangka dan dijerat dengan UU ITE.
Dalam akta permohonan praperadilan pemohon yakni Khairi Amri yang diwakilkan istrinya melalui kuasa hukumnya menggugat Kapolri, Kapolda Sumatra Utara dan Kapolrestabes Medan selaku pihak termohon.
Pengajuan praperadilan ini terkait dengan tiga aspek. Yakni aspek penetapan tersangka, aspek penangkapan dan aspek penahanan.
“Pihak kepolisian tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk menahan klien saya,” kata Mahmud Irsad Lubis. (BACA JUGA: Penghasutan Tindak Anarkis, Tiga Aktivis KAMI Medan Ditangkap)
Pihak kepolisian menangkap Khairi Amri saat aksi demo penolakan UU Cipta Kerja di DPRS Sumatera Utara atas tuduhan menyebarluaskan ujaran kebencian dan menghasut tindakan kekerasan dalam grup WhatsAap KAMI Medan yang kemudian dijadikan tersangka dan dijerat dengan UU ITE.
(vit)
Lihat Juga :