Pemprov Jatim Genjot Produktivitas Sektor Pangan
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:17 WIB
Tidak hanya itu, surplus produksi beras Jatim pun meningkat di tahun 2020 ini. Dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,28 juta ton pada tahun 2019, menjadi 1,50 juta ton di tahun 2020.
“Pencapaian ini mengukuhkan peran Jatim sebagai provinsi penyangga pangan nasional untuk menunjang pembangunan pertanian,” kata Khofifah.
Khofifah mengungkapkan, kabupaten dengan produksi padi tertinggi di Jatim adalah Lamongan (0,87 juta ton). Disusul peringkat kedua Ngawi (0,83 juta ton), dan ketiga Bojonegoro (0,74 juta ton).
Namun demikian, kata Khofifah, apabila dilihat dari jumlah kenaikan dibanding tahun 2019, maka kenaikan tertinggi produksi padi di Jatim terjadi di Kabupaten Ponorogo yakni sebesar 74.610 ton, Ngawi 52.280 ton, dan Bojonegoro 45.320 ton.
“Artinya, Jatim masih tetap mampu menjaga keberlangsungan produktivitas di sektor pertanian khususnya komoditi padi meski di tengah pandemi,” pungkas dia.
“Pencapaian ini mengukuhkan peran Jatim sebagai provinsi penyangga pangan nasional untuk menunjang pembangunan pertanian,” kata Khofifah.
Khofifah mengungkapkan, kabupaten dengan produksi padi tertinggi di Jatim adalah Lamongan (0,87 juta ton). Disusul peringkat kedua Ngawi (0,83 juta ton), dan ketiga Bojonegoro (0,74 juta ton).
Namun demikian, kata Khofifah, apabila dilihat dari jumlah kenaikan dibanding tahun 2019, maka kenaikan tertinggi produksi padi di Jatim terjadi di Kabupaten Ponorogo yakni sebesar 74.610 ton, Ngawi 52.280 ton, dan Bojonegoro 45.320 ton.
“Artinya, Jatim masih tetap mampu menjaga keberlangsungan produktivitas di sektor pertanian khususnya komoditi padi meski di tengah pandemi,” pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :