Bentrokan Massa-Polisi di Batu Ceper, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:29 WIB
"Tersangka keempat MS menendang lampu sein mobil Sabhara. Lalu tersangka S yang naik ke atap mobil dan menginjak atap mobil patroli Sabhara. Kemudian, MI, menendang sebelah kiri mobil patroli Sabhara tiga kali," ujar Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto, dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2020).
Dari keenam tersangka, empat di antaranya anak di bawah umur. Kepada mereka akan dikenakan hukuman berbeda. Sedangkan dua orang lainnya, satu buruh dan satu warga.
Saat ini pelaku masih dilakukan pendalaman. Termasuk siapa yang mengorganisir para pelajar dan warga turun demo menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Begitupun dengan siapa yang membiayai aksi mereka.
"Masih kita dalami, kalau kita lihat hasil dari analisa kita, masih kita dalami beberapa komunikasi yang ada. Siapapun yang terlibat dan tersangkut kita akan selidiki," jelasnya. (Baca: Aksi Massa Ricuh di Daan Mogot, Polisi Perketat Penjagaan Akses Masuk Jakarta)
Berdasarkan pemeriksaan alat komunikasi para pelajar, terungkap bahwa ada sasaran kebencian terhadap aparat TNI/Polri yang melakukan penjagaan demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, untuk melakukan penyerangan.
Dari keenam tersangka, empat di antaranya anak di bawah umur. Kepada mereka akan dikenakan hukuman berbeda. Sedangkan dua orang lainnya, satu buruh dan satu warga.
Saat ini pelaku masih dilakukan pendalaman. Termasuk siapa yang mengorganisir para pelajar dan warga turun demo menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Begitupun dengan siapa yang membiayai aksi mereka.
"Masih kita dalami, kalau kita lihat hasil dari analisa kita, masih kita dalami beberapa komunikasi yang ada. Siapapun yang terlibat dan tersangkut kita akan selidiki," jelasnya. (Baca: Aksi Massa Ricuh di Daan Mogot, Polisi Perketat Penjagaan Akses Masuk Jakarta)
Berdasarkan pemeriksaan alat komunikasi para pelajar, terungkap bahwa ada sasaran kebencian terhadap aparat TNI/Polri yang melakukan penjagaan demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, untuk melakukan penyerangan.
Lihat Juga :