Gerakan Ekonomi Warga Lewat Bakul Anyaman
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 01:38 WIB
“Sehingga kita membantu produk punya masyarakat. Sekaligus uangnya kembali ke masyarakat dan inilah keberpihakan yang nyata buat masyarakat di kampung-kampung. Ke depannya wajib bagi semua dinas dan organisasi di bawah naungan pemerintah daerah hingga di desa. Ini bukan soal perintah, melainkan inilah tanggung jawab karena uangnya lari ke masyarakat sendiri,” terangnya.
Ia menegaskan pemerintah kabupaten melalui birokrasi komit untuk menyerap produk masyarakat. Sebelumnya, produk-produk seperti beras lokal, seragam sekolah, dan produk-produk UMKM juga diserap oleh pemerintah daerah. Kondisi pandemi, menurutnya, justru menjadi peluang bagi warga untuk berkreasi menciptakan produk-produk dari sumber daya alam yang ada. Sebab di masa pandemi produk luar yang masuk berkurang drastis.
“Di masa ketika produk luar berkurang justru kitalah yang berusaha keras untuk menciptakan produk-produk dari tempat kita dari hasil alam. Kenapa? Karena nantinya ketika pasca pandemi ini produk kita bisa masuk ke tempat yang bersaing dengan produk dari luar,” jelasnya.
Dirinya mengatakan pemerintah kabupaten sangat fokus memasifkan penggunaan besek dan bakul. Bahkan Kubu Raya diharapkan dapat menjadi sentra penghasil besek. Dia menyatakan pemerintah daerah komit memperkuat usaha masyarakat melalui dinas-dinas dan organisasi yang ada.
“Semua akan kita mintakan untuk menggunakan produk ini. Memang membangun kebiasaan itu perlu waktu, tapi akhirnya masyarakat akan memakai itu. Mulai dari dari arisan-arisan kecil, majelis taklim, kegiatan masjid, dan berbagai tempat acara-acara memakai bakul semua. Ini ramah lingkungan jadi jangan ragu,” ajaknya.
Ia menegaskan pemerintah kabupaten melalui birokrasi komit untuk menyerap produk masyarakat. Sebelumnya, produk-produk seperti beras lokal, seragam sekolah, dan produk-produk UMKM juga diserap oleh pemerintah daerah. Kondisi pandemi, menurutnya, justru menjadi peluang bagi warga untuk berkreasi menciptakan produk-produk dari sumber daya alam yang ada. Sebab di masa pandemi produk luar yang masuk berkurang drastis.
“Di masa ketika produk luar berkurang justru kitalah yang berusaha keras untuk menciptakan produk-produk dari tempat kita dari hasil alam. Kenapa? Karena nantinya ketika pasca pandemi ini produk kita bisa masuk ke tempat yang bersaing dengan produk dari luar,” jelasnya.
Dirinya mengatakan pemerintah kabupaten sangat fokus memasifkan penggunaan besek dan bakul. Bahkan Kubu Raya diharapkan dapat menjadi sentra penghasil besek. Dia menyatakan pemerintah daerah komit memperkuat usaha masyarakat melalui dinas-dinas dan organisasi yang ada.
“Semua akan kita mintakan untuk menggunakan produk ini. Memang membangun kebiasaan itu perlu waktu, tapi akhirnya masyarakat akan memakai itu. Mulai dari dari arisan-arisan kecil, majelis taklim, kegiatan masjid, dan berbagai tempat acara-acara memakai bakul semua. Ini ramah lingkungan jadi jangan ragu,” ajaknya.
Lihat Juga :