Ekonomi Merosot, Pemerintah Harus Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
Rabu, 06 Mei 2020 - 06:39 WIB
Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 turun drastis menjadi 2,97%. Untuk itu pemerintah harus fokus pada upaya menjaga daya beli masyarakat, agar ekonomi tidak turun lebih dalam di kuartal berikutnya.
Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto mengatakan, Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan terpaksa merumahkan pegawainya, bahkan tidak sedikit yang diberhentikan sehingga berdampak pada daya beli masyarakat.
Selain itu, kata Ryan, angka Indeks Pembelian Manufaktur Indonesia di bulan April, berada di kisaran 30, mengindikasikan kontraksi ekonomi, terutama dari sisi produksi atau industri.
"Pemerintah harus meningkatkan program bantuan darurat ke kalangan pengusaha, utamanya UMKM, sehingga kegiatan perekonomian masih ada yang bergerak," kata Ryan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dia menambahkan penyaluran dana bantuan sosial dan sejenisnya ke warga masyarakat yang terpapar Covid-19 harus dipercepat supaya kegiatan rumah tangga tetap berlanjut untuk menopang PDB di kuartal berikutnya.
"Saya kira realisasi Produk Domestik Bruto di kuartal I 2020 yang tumbuh 2,79% benar-benar mengejutkan karena di bawah ekspektasi maupun konsensus ekonom, di sekitar 3,5%-4,5%," kata dia.
Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto mengatakan, Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan terpaksa merumahkan pegawainya, bahkan tidak sedikit yang diberhentikan sehingga berdampak pada daya beli masyarakat.
Selain itu, kata Ryan, angka Indeks Pembelian Manufaktur Indonesia di bulan April, berada di kisaran 30, mengindikasikan kontraksi ekonomi, terutama dari sisi produksi atau industri.
"Pemerintah harus meningkatkan program bantuan darurat ke kalangan pengusaha, utamanya UMKM, sehingga kegiatan perekonomian masih ada yang bergerak," kata Ryan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dia menambahkan penyaluran dana bantuan sosial dan sejenisnya ke warga masyarakat yang terpapar Covid-19 harus dipercepat supaya kegiatan rumah tangga tetap berlanjut untuk menopang PDB di kuartal berikutnya.
"Saya kira realisasi Produk Domestik Bruto di kuartal I 2020 yang tumbuh 2,79% benar-benar mengejutkan karena di bawah ekspektasi maupun konsensus ekonom, di sekitar 3,5%-4,5%," kata dia.
Lihat Juga :