Waspada, Persentase Kematian Anak Terpapar COVID-19 Tinggi

Minggu, 04 Oktober 2020 - 08:10 WIB
Ia melanjutkan, penularan utama COVID-19 kepada anak-anak ini diketahui berasal dari keluarga dekat mereka sendiri, yaitu orang tua atau saudara yang tinggal dalam satu rumah. Ditambah lagi gejala dan klinis anak yang terinfeksi COVID-19 tidak sama persis dengan orang dewasa.

(Baca juga: Sebelum Tewas ASN Kejari Labuhanbatu Dibenamkan ke Lumpur )

"Dari 2.143 anak yang konfirmasi positif dan dilakukan pemeriksaan dalam sebuah penelitian berskala besar menunjukkan, 90 persen diantaranya mempunyai gejala asimtomatis (tidak memberikan gejalan kinis apapun), gejala ringan dan sedang. Ini yang harus diwaspadai. Bunda-bunda PAUD ini yang harus mengenali gejala pada anak-anak yang lebih bervariatif, bias gejala saluran nafas, demam ada diare. Ada juga yang memiliki gejala tidak dijumpai pada orang dewasa, yaitu gejala menyerupai penyakit Kawasaki," jelas Leny.

Gejala penyakit Kawasaki ini menurut Leny, diantaranya kulit anak muncul bercak-bercak merah, bibir pecah-pecah, mata merah hingga kulit ujung jari yang melepuh. Ini yang harus diwaspadai. "Anak balita yang positif COVID-19 juga bias menularkan kepada orang lain melalui feses, urin, saliva. Jadi jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok bayi," ucapnya.

Kekhawatiran Leny ini juga dikuatkan dengan data yang disajikan oleh person in charge (PIC) Geliat Universitas Airlangga Surabaya, Nyoman Anita Damayanti. (Baca juga: Pemuda Pancasila Pecat Anggotanya yang Tak Dukung Bobby-Aulia )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!