Umat Konghucu Gelar Sembahyang Zhong Qiu di Depan Pintu Tergembok
Minggu, 04 Oktober 2020 - 01:03 WIB
"Kue bulan sebagai sesaji utama dalam sembahyangan besar ini. Kue ini dibuat seiring berkembangnya peradaban manusia, sebagai simbol kreasi manusia, yakni dari hasil olah pikir dan olah rasa. Kue ini mengandung makna kesadaran manusia atas keterbatasan yang dimiliki dibanding kebesaran alam," ujarnya.
Dia mengungkapkan, melalui persembahyangan yang sederhana ini umat Konghucu berharap wabah COVID-19 segera berlalu dari Indonesia, dan polemik Klenteng Kwan Sing Bio juga segera selesai dengan baik. (Baca juga: Niat Sebar Hoaks Uji Vaksin COVID-19, Akhirnya 'Gatot' )
Usai menggelar sembahyang besar, umat Konghucu yang hadir menikmati kue bulan dan minum teh sambil berharap dewi bulan muncul memancarkan pesonanya, agar umat Konghucu dapat tetap bersyukur dan tetap berpengharapan, tidak membiarkan jiwa dipenuhi kegelapan di tengah hinggar bingar dunia serta wabah COVID-19.
Dia mengungkapkan, melalui persembahyangan yang sederhana ini umat Konghucu berharap wabah COVID-19 segera berlalu dari Indonesia, dan polemik Klenteng Kwan Sing Bio juga segera selesai dengan baik. (Baca juga: Niat Sebar Hoaks Uji Vaksin COVID-19, Akhirnya 'Gatot' )
Usai menggelar sembahyang besar, umat Konghucu yang hadir menikmati kue bulan dan minum teh sambil berharap dewi bulan muncul memancarkan pesonanya, agar umat Konghucu dapat tetap bersyukur dan tetap berpengharapan, tidak membiarkan jiwa dipenuhi kegelapan di tengah hinggar bingar dunia serta wabah COVID-19.
(eyt)
Lihat Juga :