Bus Terguling di Jalan Tol Tebing Tinggi-Medan, 1 Tewas, 15 Terluka

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Menurut keterangan Zulkifli (51), penumpang saat ditemui di rumah sakit mengatakan, sedari awal dirinya merasa aneh dengan sopir bus.

Saat masuk pintu tol Tebing Tinggi, sopir tidak mengerti cara melengketkan kartu tol. Akhirnya dibantu oleh sopir dua. (Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Satgas COVID-19 Sumut Tutup Wahana Hiburan Hairos Waterpark)

"Nggak tahu dia pakai kartu tol. Sopir sepertinya juga nggak tahu mau keluar tol. Dibantai aja (ngebut) sama dia di tikungan, makanya terguling ke kanan," ujarnya seraya menambahkan saat kejadian yang dipikirkannya hanyalah anaknya, Zahra (8) yang duduk di sampingnya. (Baca juga: Pesta Air saat Pandemi, General Manager Hairos Waterpark Jadi Tersangka)

Begitu bus terguling, ia pun buru-buru mencari keberadaan anaknya. "Kepala anakku terbentur besi. Kalau aku lengan saja yang sakit. Setelah anakku kupegang, keluarlah aku pelan-pelan. Nangis saja dia tadi, ini baru diam sekarang. Kami berdua saja naik dari Bukit Tinggi, mau ke Bromo Medan. Setelah itu ada juga sekitar lima orang yang kuselamatkan karena kejepit-jepit mereka," kata Zulkifli.

Disebutkannya lagi, saat di jalan sopir sebenarnya tidak begitu ngebut. Ia pun heran mengapa kemudian saat di jalan tol sopir seperti lepas kendali. "Lari-lari 80 kayaknya. Kalau di jalan raya nggak begitu ngebut, biasa aja," tutup Zulkifli.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!