Epidemiolog Undip: Bakal Terjadi Ledakan Kasus COVID-19 Pasca-Pilkada
Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:22 WIB
Peningkatan kasus Covid-19 diperkirakan akan semakin cepat, usai gelaran Pilkada 2020. Sebab, Pilkada berpotensi menciptakan ruang untuk masyarakat berkerumun. Masa kampanye dan pencoblosan pada 9 Desember, menjadi saat-saat kritis penularan Covid-19.
“Adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat di dalam pencegahan Covid-19 itu belum bisa diterapkan secara bagus. Pilkada itu kan ada tahapan kampanye, kemudian ada tahapan Pilkadanya (pencoblosan) sendiri itu kan rentan terhadap (penularan) Covid-19,” ungkapnya. (BACA JUGA: Kekeringan Landa Desa di Kabupaten Mojokerto)
“Oleh karena mesti banyak orang berkerumun. Padahal berkerumun ini yang menjadi menjadi masalah karena berkerumun itu berarti penyebaran Covid-19 ini akan lebih banyak,” lugas pria asal Pati ini.
Menurutnya, penyebaran virus asal Wuhan China itu yang semula dari percikan dahak kini juga bisa menular melalui udara. Oleh karenanya potensi penularan pada tahap-tahap Pilkada yang menyebabkan kerumunan massa, akan terbuka lebar.
“Kita tahu bahwa penyebaran (virus) itu tidak hanya percikan dahak, tapi lewat udara juga bisa. Lewat alat-alat yang disentuh oleh seseorang itu bisa juga, sehingga kemungkinan untuk Covid-19 ini menyebar untuk tahap-tahap Pilkada, menurut saya itu potensi tinggi (penularannya),” terangnya.
“Adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat di dalam pencegahan Covid-19 itu belum bisa diterapkan secara bagus. Pilkada itu kan ada tahapan kampanye, kemudian ada tahapan Pilkadanya (pencoblosan) sendiri itu kan rentan terhadap (penularan) Covid-19,” ungkapnya. (BACA JUGA: Kekeringan Landa Desa di Kabupaten Mojokerto)
“Oleh karena mesti banyak orang berkerumun. Padahal berkerumun ini yang menjadi menjadi masalah karena berkerumun itu berarti penyebaran Covid-19 ini akan lebih banyak,” lugas pria asal Pati ini.
Menurutnya, penyebaran virus asal Wuhan China itu yang semula dari percikan dahak kini juga bisa menular melalui udara. Oleh karenanya potensi penularan pada tahap-tahap Pilkada yang menyebabkan kerumunan massa, akan terbuka lebar.
“Kita tahu bahwa penyebaran (virus) itu tidak hanya percikan dahak, tapi lewat udara juga bisa. Lewat alat-alat yang disentuh oleh seseorang itu bisa juga, sehingga kemungkinan untuk Covid-19 ini menyebar untuk tahap-tahap Pilkada, menurut saya itu potensi tinggi (penularannya),” terangnya.
Lihat Juga :