Wali Kota Solo: Kampanye Maksimal 50 Orang, Lebih 1 Bubarkan
Senin, 28 September 2020 - 19:14 WIB
JajaranForkompinda Solo saat memberikan keterangan tentang protokol kesehatan kampanye Pilwalkot Solo di di Balaikota, Senin (28/9/2020). Foto/SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo
SOLO -
Penyelenggaraan kampanye dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo diperketat menyusul terbitnya Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020. Rapat umum terbatas maksimal boleh dihadiri maksimal 50 dan bakal dibubarkan jika melanggar. (Baca juga: Beredar Video Acara Gatot Nurmantyo di Surabaya Dibubarkan Polisi)
“Dalam setiap tahapan Pilkada, Kapolri tidak menginginkan adanya klaster baru. Kaitannya dengan tahapan sekarang yang memasuki masa kampanye, diharapkan seluruh peserta dan penyelenggara Pemilu bisa mengikuti aturan protokol kesehatan COVID-19,” kata Wakapolresta Solo AKBP Denny Heryanto usai rapat koordinasi pembahasan Maklumat Kapolri di Balai Kota Solo, Senin (28/9/2020). (Baca juga: KAMI Jatim Sayangkan Pembubaran Kegiatan di Surabaya)
Penyelenggaraan kampanye dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo diperketat menyusul terbitnya Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020. Rapat umum terbatas maksimal boleh dihadiri maksimal 50 dan bakal dibubarkan jika melanggar. (Baca juga: Beredar Video Acara Gatot Nurmantyo di Surabaya Dibubarkan Polisi)
“Dalam setiap tahapan Pilkada, Kapolri tidak menginginkan adanya klaster baru. Kaitannya dengan tahapan sekarang yang memasuki masa kampanye, diharapkan seluruh peserta dan penyelenggara Pemilu bisa mengikuti aturan protokol kesehatan COVID-19,” kata Wakapolresta Solo AKBP Denny Heryanto usai rapat koordinasi pembahasan Maklumat Kapolri di Balai Kota Solo, Senin (28/9/2020). (Baca juga: KAMI Jatim Sayangkan Pembubaran Kegiatan di Surabaya)
Lihat Juga :